Postingan

KELELAHAN DAN PENYEDIAAN TUHAN

Pernahkah anda merasa sangat lelah? Tanpa disadari, tiba-tiba pekerjaan, keluarga, bahkan pelayanan, membawa anda di satu titik, dan titik itu bukanlah keberhasilan atau sebuah pencapaian melainkan sebuah titik yang justru selalu diabaikan di dalam kehidupan, yakni kelelahan. Tiba-tiba saja anda merasa sangat lelah, baik secara fisik maupun secara emosional. Kehidupan dan apa yang anda kerjakan di dalamnya, memang dapat membawa kelelahan bagi siapapun yang menjalaninya. Tapi sebagaimana kebanyakan manusia, umumnya mereka tidak mau mengakui bahkan terlihat lelah di mata orang lain. Padahal, selama kehidupan ini berjalan dan manusia masih berusaha serta beraktifitas, siapapun pasti akan berhadapan dengan kelelahan. Pelayanan yang demikian padat jadwal dapat membuat kita lelah. Keluarga yang beraktifitas secara rutin juga dapat melelahkan hati dan pikiran. Bagaimana dengan pekerjaan? Rutinitas di dalam pekerjaan, perjalanan pulang pergi dari rumah ke tempat bekerja, juga dapat sangat mele...

MENGENAL ALLAH

Gambar
Ayat ini adalah salah satu ayat favorit saya. Jer 29:12 bunyinya di dalam berbagai terjemahan adalah sebagai berikut. "When you call on me, when you come and pray to me, I'll listen (MSG); And you will go on crying to me and making prayer to me, and I will give ear to you (BBE); Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu (TB) . Mengapa? Kepada siapa kita berseru dan memohon, akan menentukan jawaban yang kita dapatkan. Tentu saja firman Tuhan memberi tahu dengan jelas bahwa sasaran seruan kita cuma satu yakni Allah sendiri. Anjuran Yeremia di dalam ayat tersebut mendeskripsikan suatu bentuk seruan yang setara ketika kita memanggil seseorang. Ada dua fakta penting menyangkut tindakan memanggil. Fakta pertama adalah, kita harus memiliki hubungan dengan orang yang kita panggil, tentu saja supaya panggilan kita dikenali. Coba anda berteriak sembarangan kepada orang di jalanan. Memang mereka menoleh. Tetapi respon itu bukan bertujuan...

FINISHING WELL

Artikel ini telah dimuat di Tabloid Keluarga Surabaya Edisi 32/ Agustus 2008 Dalam buku hasil penelitian yang ditulis oleh Dr. Robert Clinton, dia menemukan bahwa para tokoh di dalam Alkitab, ketika memulai perjalanan hidup dan pelayanannya bersama Tuhan, hanya sekitar 30% yang menyelesaikan semua tugas pelayanan itu dengan baik. Clinton menyebut mereka itu finishing well. Mereka mampu menyelesaikan dengan baik apa yang menjadi tugas pelayanan mereka dan membuat tuan mereka bersukacita karenanya. Kepada orang-orang yang seperti inilah berlaku perkataan, “masuklah dan turutlah di dalam kebahagiaan tuanMu”. Yang menjadi persoalan adalah bagaimana dengan kita? Apakah kita juga mampu menyelesaikan apa yang menjadi tugas panggilan kita yang sudah menjadi destiny kita di dalam Tuhan. Apakah kita tergolong di dalam 70% yang gagal menyelesaikan pertandingan ataukah masuk di dalam kelompok 30% yang oleh Clinton disebut telah finishing well. Dunia mengajarkan kepada kita untuk berlomba sedemikia...

TIANG AWAN dan TIANG API

TUHAN berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam. (Kel 13:21) Siapa yang tidak mengenal peristiwa bangsa Israel keluar dari Mesir. Mereka, bangsa yang besar itu, tidak memiliki kompas untuk mengenal arah. Bahkan tempat yang mereka tuju, belum pernah salah seorang pun dari mereka pernah pergi ke sana dan mengetahui persis jalannya. Lagipula bangsa ini sangat besar. Diperlukan waktu yang sangat lama untuk membuat informasi menyebar bagi seluruh rakyat mengenai arah dan diperlukan pula sebuah sistem komunikasi yang betul-betul terkoordinasi di antara mereka sendiri. Sungguh tidak terbayangkan mengatur eksodus besar-besaran tersebut. Alkitab memberitahukan kepada kita bahwa ketika mereka pertama kali datang ke Mesir, jumlah mereka tidak sampai 100 jiwa. Inilah nama para anak Israel yang datang ke Mesir bersama-sama dengan Yakub; mereka ...

Tragedi Kapernaum

Kapernaum adalah sebuah kota yang sangat terkenal. Terletak di sebelah Barat Danau Galilea, kota ini menjadi markas besar Yesus Kristus selama melakukan pelayanan di muka bumi. Frekuensi kunjungan dan aktifitas di kota ini, jauh lebih banyak Yesus lakukan dibandingkan di kota lain. Demikian juga dengan sejumlah aktifitas yang Yesus pernah lakukan, lebih banyak terjadi di kota ini. Di Kapernaum ada sebuah sinagoga, tempat ibadah Yahudi yang menjadi tempat favorit Yesus dan seringkali dikunjungi Yesus untuk mengajar. Itu sebabnya kota ini terkenal sebagai kotanya Tuhan Yesus. Dua orang bersaudara yang juga merupakan murid Yesus, Andreas dan Petrus, juga tinggal di kota ini. Kira-kira seratus meter dari sinagoga di Kapernaum, terdapat rumah mertua Petrus yang disembuhkan olehTuhan Yesus dari sakit demam. Kedua tempat itu, sinagoga dan rumah mertua Petrus, masih ada bekasnya sampai sekarang. Beberapa kejadian penting menyangkut kota ini adalah :Yesus menyembuhkan hamba seorang perwira(Mt 8...

PETRA: THE RED ROSE CITY (Catatan Perjalanan)

Artikel di bawah ini versi asli Versi yang sudah terbit dapat dibaca di HARIAN SUARA MERDEKA Minggu 4 Mei 2008 atau ke http://gaya.suaramerdeka.com/index.php?id=188 Dalam sebuah perjalanan ke Timur Tengah saya singgah di Yordania dan menggunakan kesempatan itu untuk mengunjungi Petra, kota batu karang berwarna merah mawar, yang beberapa waktu lalu menjadi satu dari tujuh keajaiban dunia terbaru. Lepas apakah survey tersebut disahkan oleh UNESCO atau tidak, bagi saya, Petra adalah sebuah keajaiban. Mengapa? Bangunan tersebut mampu bertahan sangat lama, tak tersentuh modernitas dan merupakan hasil penguasaan teknologi, yang pada ukuran zaman itu, sangat luar biasa. Petra adalah parade bangunan megah dan kokoh yang terletak di dalam gugusan batu karang yang dibangun di dalam jajaran pegunungan yang membentuk sayap Timur dari Wadi Araba Yordania, sebuah lembah besar yang terdiri dari karang dan batu cadas, yang terbentang antara Laut Mati hingga teluk Aqaba, kota pelabuhan Yordania. Bangun...

LEMPARKAN TONGKATMU

Lalu sahut Musa: "Bagaimana jika mereka tidak percaya kepadaku dan tidak mendengarkan perkataanku, melainkan berkata: TUHAN tidak menampakkan diri kepadamu?" TUHAN berfirman kepadanya: "Apakah yang di tanganmu itu?" Jawab Musa: "Tongkat." Firman TUHAN: "Lemparkanlah itu ke tanah." Dan ketika dilemparkannya ke tanah, maka tongkat itu menjadi ular, sehingga Musa lari meninggalkannya. Tetapi firman TUHAN kepada Musa: "Ulurkanlah tanganmu dan peganglah ekornya" --Musa mengulurkan tangannya, ditangkapnya ular itu, lalu menjadi tongkat di tangannya --"supaya mereka percaya, bahwa TUHAN, Allah nenek moyang mereka, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub telah menampakkan diri kepadamu." (Keluaran 4:1-5) Kejadian tersebut menggambarkan awal dipanggilnya Musa oleh Tuhan untuk (a) menghadap Firaun, (b) menjadi pemimin bangsa Israel dan (c) membawa mereka keluar dari Mesir. Tugas yang diemban Musa bukan tugas yang ringan. Di satu s...