Postingan

LEMBAH YOSAFAT

Strategi Kemenangan Bagi Orang Percaya di Masa yang Sulit Ev. Sonny Eli Zaluchu Pernah mendengar lembah ini? Secara tradisi orang menyebutnya lembah Kidron, sebuah cekungan yang terletak antara tembok Yerusalem dengan Bukit Zaitun. Di sanalah diyakini secara profetik, Tuhan akan datang untuk kedua kalinya melakukan penghakiman yang terakhir. Itulah sebabnya lembah itu juga disebut dengan lembah penghakiman terakhir, tempat dimana bangsa-bangsa akan diadili. Nabi Yoel sudah menubuatkan hal itu di dalam salah satu tulisannya. Di dalam Yoel 3:12-14 dituliskan, “ Baiklah bangsa-bangsa bergerak dan maju ke lembah Yosafat, sebab di sana Aku akan duduk untuk menghakimi segala bangsa dari segenap penjuru. Ayunkanlah sabit, sebab sudah masak tuaian; marilah, iriklah, sebab sudah penuh tempat anggur; tempat-tempat pemerasan kelimpahan, sebab banyak kejahatan mereka. Banyak orang, banyak orang di lembah penentuan! Ya, sudah dekat hari TUHAN di lembah penentuan! “ Implikasinya bagi kita sekarang s...

GIBEON: PENIPU YANG MELAYANI ALTAR

Bahan Seminar Kisah Gibeon pertama kali muncul di dalam Kitab Yosua pasal 9 setelah penaklukan Yerikho dan Ai. Gibeon adalah sebuah suku bangsa yang berdiam di tanah Kanaan dan harus ditaklukan oleh Yosua. Kota orang-orang Gideon berada tidak jauh dari Yerusalem dan Yerikho. Penyerbuan Yosua ke Yerikho dan Ai, sedikit banyak melatarbelakangi ketakutan orang-orang Gibeon. Sementara raja-raja bangsa Kanaan bersatu untuk menghadapi invasi Yosua seperti disebutkan di dalam Yosua 9:1, suku bangsa Gibeon justru merancang sebuah strategi sendiri. Mereka tidak mau menghadapi bangsa Israel dengan perlawanan bersenjata karena sadar bahwa mereka akan kalah dan pasti akan menimbulkan kerugian jiwa serta materi yang sangat banyak. Mereka pasti sudah mendengar penaklukan “sapu bersih” yang dilakukan Yosua dan itu menimbulkan ketakutan akan hilangnya sebuah suku bangsa dan keturunannya. Mereka tidak mau dihapuskan dari dalam ‘peta’. Mereka menyusun strategi agar bisa tetap bertahan hidup sebagai sebu...

DOA SYAFAAT PROFETIK: MENDENGAR SUARA TUHAN

Artikel ini adalah bagian dari naskah buku THE POWER OF PRAYER yang sedang saya seminarkan di beberapa gereja untuk kemudian diterbitkan. Boleh dikutip asalkan disebutkan sumbernya. DOA SYAFAAT PROFETIK Ev. Dr. Sonny Eli Zaluchu Pengertian Doa syafaat profetik adalah doa syafaat yang berhubungan dengan nubuatan, suara Tuhan, untuk disampaikan kepada jemaat/orang lain dan atau untuk menjadi beban doa. Orang yang melakukan doa syafaat profetik, berdoa bukan saja atas pergumulan orang lain tetapi menerima beban doa di dalam dirinya dari Roh Kudus. Dia akan berhenti berdoa setelah Roh Kudus menyampaikan jawaban atau memberikan konfirmasi bahwa Surga telah mendengar dan/atau memberi respon. Doa syafaat profetik adalah salah satu spesifikasi doa syafaat yang hanya bisa dilakukan oleh orang-orang percaya pada tingkat panggilan tertentu. Misalnya, panggilan untuk menjadi pendoa syafaat. Orang-orang seperti ini tahu bagaimana mengklaim janji Allah dan mampu melakukan peperangan untuk menarik ja...

PENGAMPUNAN

Pendahuluan Diantara sejumlah perkara bagi orang Kristen yang paling sulit dilakukan adalah pengampunan. Fakta konseling membuktikan banyak hal, betapa pengampunan amat sulit dilakukan oleh orang percaya. Ada anak yang bertahun-tahun menyimpan dendam kepada orang tuanya yang pernah menelantarkannya. Ada jemaat yang bertahun-tahun bahkan akhirnya pindah gereja karena sulit mengampuni gembalanya. Bahkan mungkin kita sendiri, di dalam sudut hati paling dalam, masih menyisakan dendam dan sikap sulit mengampuni orang-orang yang pernah menyakiti kita. Berdasarkan sejumlah pengalaman itu, muncul satu pertanyaan klasik, benarkah pengampunan itu merupakan satu perkara yang paling sulit dilakukan? Yesus Telah Melakukannya Yesus Kristus sebagai sebuah teladan hidup bagi kita, dapat dijadikan acuan dalam hal pengampunan. Dalam sebuah penderitaan puncak di kayu salib, terhadap orang-orang yang menyakiti dan membuatnya luka, menanggung hukuman atas tindakan yang tidak dilakukanNya, Yesus mengucapkan...

MEMAHAMI OTORITAS

Pendahuluan Banyak orang memahami bahwa otoritas adalah sebuah bentuk kekuasaan seseorang atas diri orang lain. Pada waktu seseorang memiliki otoritas, misalnya di dalam lingkup pekerjaan tertentu, maka kekuasaan menjadi mutlak miliknya. Baik itu kekuasaan untuk mengatur, mengontrol atau memutuskan sesuatu. Tentu saja jika digunakan oleh orang yang tidak tepat atau memiliki motivasi yang tidak baik, maka otoritas tersebut tidak berfaedah untuk membangun sebuah sistem malah meruntuhkannya. Bukan hanya itu, otoritas di tangan orang yang tidak tepat, akan dapat disalahgunakan untuk menjajah orang lain, mencari keuntungan sendiri dan menghasilkan perlakuan atau tindakan semena-mena. Betapa baiknya otoritas untuk tujuan yang bagik dan betapa buruknya otoritas untuk tujuan yang menyimpang. Otoritas haruslah berada di tangan orang yang tepat, yang mampu menggunakannya secara bertanggung-jawab. Praktek tangan besi yang menguasai orang lain yang diperlihatkan oleh rezim-rezim militer di dunia, ...

KELELAHAN DAN PENYEDIAAN TUHAN

Pernahkah anda merasa sangat lelah? Tanpa disadari, tiba-tiba pekerjaan, keluarga, bahkan pelayanan, membawa anda di satu titik, dan titik itu bukanlah keberhasilan atau sebuah pencapaian melainkan sebuah titik yang justru selalu diabaikan di dalam kehidupan, yakni kelelahan. Tiba-tiba saja anda merasa sangat lelah, baik secara fisik maupun secara emosional. Kehidupan dan apa yang anda kerjakan di dalamnya, memang dapat membawa kelelahan bagi siapapun yang menjalaninya. Tapi sebagaimana kebanyakan manusia, umumnya mereka tidak mau mengakui bahkan terlihat lelah di mata orang lain. Padahal, selama kehidupan ini berjalan dan manusia masih berusaha serta beraktifitas, siapapun pasti akan berhadapan dengan kelelahan. Pelayanan yang demikian padat jadwal dapat membuat kita lelah. Keluarga yang beraktifitas secara rutin juga dapat melelahkan hati dan pikiran. Bagaimana dengan pekerjaan? Rutinitas di dalam pekerjaan, perjalanan pulang pergi dari rumah ke tempat bekerja, juga dapat sangat mele...

MENGENAL ALLAH

Gambar
Ayat ini adalah salah satu ayat favorit saya. Jer 29:12 bunyinya di dalam berbagai terjemahan adalah sebagai berikut. "When you call on me, when you come and pray to me, I'll listen (MSG); And you will go on crying to me and making prayer to me, and I will give ear to you (BBE); Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu (TB) . Mengapa? Kepada siapa kita berseru dan memohon, akan menentukan jawaban yang kita dapatkan. Tentu saja firman Tuhan memberi tahu dengan jelas bahwa sasaran seruan kita cuma satu yakni Allah sendiri. Anjuran Yeremia di dalam ayat tersebut mendeskripsikan suatu bentuk seruan yang setara ketika kita memanggil seseorang. Ada dua fakta penting menyangkut tindakan memanggil. Fakta pertama adalah, kita harus memiliki hubungan dengan orang yang kita panggil, tentu saja supaya panggilan kita dikenali. Coba anda berteriak sembarangan kepada orang di jalanan. Memang mereka menoleh. Tetapi respon itu bukan bertujuan...