Postingan

KKR Januari 2010 di GBIS Kepunton Solo

Gambar

HATH CAST MORE IN, THAN ALL

Apakah yang kita pikirakan untuk sebuah pemberian terbanyak? Jumlah yang besar adalah jawaban yang lazim kita dengar. Bahkan, seperti itulah yang juga ada dalam pikiran kita, bagian dari tindakan kita. Pemberian dengan nominal terbesar adalah sebuah pemberian terbaik. Tidak ada orang yang tidak senang menerima sesuatu dari orang lain, terlebih jika menerimanya dalam jumlah yang banyak. Semakin besar besar pemberian itu semakin disebut terbanyak, semakin setiap orang bersukacita menyambutnya. Tidak ada orang yang tidak senang diberi dalam jumlah terbanyak dalam hal berkat materi. Tetapi tidakkah kita sadar, pandangan demikian telah menghambat satu tindakan di dalam diri kita yang menyenangkan hati Tuhan, bahwa terlalu berbahagia memberi daripada menerima? Banyak orang terhambat atau bahkan gagal memberi, karena mereka lebih senang menerima. Bukan hanya itu. Mereka juga gagal memberi karena merasa belum berkelimpahan. “Kebutuhanku saja belum tercukupi, mengapa harus memberikannya kepada ...

KKR Mahasiswa UNS Solo Sept 09

Gambar
Type rest of the post here

NATUR ALAMIAH VS PERINTAH TUHAN

Kita sering bertindak dengan natur alami kita yakni skill, ketrampilan, rasionalitas dan pengetahuan. Petrus pernah seperti itu. Dia adalah seorang nelayan yang berpengalaman dan punya jam terbang tinggi. Ketrampilannya menjala, telah membentuk natur alamiah di dalam dirinya untuk melihat tanda bintang di langit dan menemukan tempat strategis di dalam danau, yang dipenuhi ikan. Pengalaman telah membentuk pengetahuan di dalam dirinya, ia tahu kapan harus ke danau dan dimana harus menebar jala. Seringkali kita seperti itu. Bertindak dengan tuntunan natur alamiah, sebuah produk yang bibitnya sudah kian ada di dalam diri kita dan dipertajam melalui proses belajar atau sejumlah pengalaman. Tetapi persoalannya adalah, kekayaan pengalaman, pengetahuan, dan skill yang kita punya itu, seringkali bertentangan dengan arahan Tuhan. Petrus juga pernah mengalaminya benturan itu. Ketika semalam-malamnya ia bersusah payah menjala ikan dan pulang tanpa hasil, yang tersisa cuma kelelahan. Di titik itu, ...

FIRE GENERATION

Fire Generation (FG) adalah generasi akhir zaman yang memiliki panggilan khusus di dalam dirinya, berbeda dari generasi sebelumnya. Generasi ini punya kapasitas dan level rohani yang kuat dan merekalah seperti anak panah yang berada di tangan pahlawan itu. Kekuatan utama dari FG adalah destiny. Mereka bergerak dan melaju dengan percepatan karena Allah turut terlibat di dalam hidup mereka untuk mencapai tujuan. Destiny mereka ditetapkan oleh Allah untuk satu tujuan, membawa api kebangunan rohani dimanapun berada, di lingkup gereja, sosial, politik ataupun market place lainnya. Seperti Daniel yang memiliki roh yang luar biasa, FG punya roh yang menyala-nyala untuk melayani Tuhan di tempat dimana mereka berada. Hal itu terjadi karena mereka punya gaya hidup yang eksis di dalam hadirat Tuhan. Keberadaan mereka membawa dampak yang sangat nyata. Mereka membawa pengaruh positif, pertobatan dan atmosfir ilahi. Bahkan kehidupan menjadi ciri keberadaan mereka. Kekuatan firman sangat nyata di dal...

GO UP TO THE NEXT LEVEL

Dari ujung bumi aku berseru kepada-Mu, karena hatiku lemah lesu; tuntunlah aku ke gunung batu yang terlalu tinggi bagiku. (Mazmur 61:3) Tuhan selalu rindu membawa anak-anakNya naik ke next level. Orang Kristen yang naik ke next level berarti mendapat promosi dari Tuhan untuk semakin luas pandangannya, semakin tinggi posisinya dan semakin mengerti apa sesungguhnya yang menjadi kehendak Tuhan dalam dirinya. Sama seperti seseorang yang berada di ketinggian melebihi orang lain yang sama-sama mendaki gunung, orang yang ada dipuncak lebih luas cara pandangnya dan sanggup melihat ke horizon. Demikian halnya dengan kehidupan rohani, siapapun yang berada di ketinggian, akan mampu melihat ada apa dibalik kenyataan yang ada; apakah perjalanan masih jauh, apakah tantangan masih belum berakhir; atau apakah sebentar lagi kita tiba di tujuan. Itu sebabnya, Tuhan tidak pernah mau kita stagnan (mandeg). Orang yang mengalami stagnasi rohani tidak akan mampu mengikuti kegerakan Allah untuk selalu naik ke...

AKHIR ZAMAN 2012: BENARKAH?

Sebuah buku populer berjudul Apocalypse 2012 yang ditulis oleh Lawrence E. Joseph, seorang kolumnis, (dalam bahasa Indonesia diterbitkan oleh Gramedia dengan judul Kiamat 2012) seolah membangkitkan kembali diskusi tentang kiamat dan tanda-tanda akhir zaman di kalangan Kristiani. Termasuk pada hamba Tuhan, banyak mengutip buku ini sebagai sebuah kebenaran. Seorang ibu dalam konseling mengangkat topik ini seusai mengikuti ibadah sebuah gereja di Surabaya dan mengatakan bahwa hamba Tuhan yang berkhotbah mengingatkan, kiamat 2012 segera terjadi, “maka kita sebagai orang Kristen harus bersiap-siap”. Ini baru satu kasus. Hampir di banyak gereja, tema kiamat 2012 seolah menyita kembali perhatian kita soal akhir zaman. Sebetulnya buku ini biasa saja. Tidak ada yang istimewa. Tetapi berhubung tema yang diusungnya mengangkat persoalan yang kontroversial di kalangan Kristen karismatik, maka inilah yang membuatnya menjadi menarik. Orang lupa, bahwa sekalipun buku itu adalah hasil sebuah investigas...