Senin, November 02, 2015

APA KABAR "BLOOD MOON?"

Apa kabar pengikut Blood Moon? Koq gak ada lanjutannya? Pernah lihat foto ini di internet yang "katanya" blood moon di atas Citadel (Menara Daud) Jerusalem? Hehehehe....anda salah! Itu dua foto yang berbeda (Citadel at Night dan Bulan yang diwarnai merah). Kedua foto ini ada di internet, lalu SAYA SATUKAN dengan PHOTOSHOP...tadaaaa.....jadilah seperti yang "kita anggap seperti itu" Ini membuktikan bahwa kita menggunakan hal hal yang salah untuk membangun teologi yang juga ternyata salah...entah apa lagi nanti teori yang muncul setelah era blood moon ini lewat. Friends, setialah pada firman dan bukan pada fenomena aneh-aneh di luar sana! Jangan heboh...Firman itu pelita bagi kaki...jika tidak punya firman sebagai pelita dikakimu, jangan ganti dengan blood moon dan teori-teori aneh lainnya...

Sabtu, Oktober 31, 2015

Buku Terbaru Ps. Sonny Zaluchu: SHOFAR

SUDAHKAH ANDA MEMILIKI BUKU "SHOFAR"
Buku ini membahas aspek profetik dan berkat ketika kita meniupnya
Juga mempersiapkan kita untuk kedatanganNya yang kedua
Bagaimana menjadikan SHOFAR sebagai penanda Jehovah Jireh?
Dapatkan bukunya melalui pemesanan di 081325854343
Harga Rp. 50.000 (belum termasuk ongkir)





PROPHETIC INSIGHT TAHUN AYIN VAV 5776


Ps. Dr. Sonny Eli Zaluchu
Gembala Senior City Blessing Church G2CC Graha Padma Semarang
Menulis buku: Holyland – Jejak Kaki Tuhan di Tanah Suci
Sedang melakukan studi Hebrew Roots of Christianity.

Pendahuluan
Bagi bangsa Israel, angka bukanlah sekedar angka. Terdapat pengertian dan nama dibalik sebuah angka tertentu. Tahun baru 5776 dinamakan tahun Ayin Vav, yang berasal dari angka 70 (Ayin) dan angka 6 (Vav). Penjelasan lengkap tentang pewahyuan ini dapat dibaca dalam bab Secrets of the Hebrew Alphabet and Words dari buku Breaking the Jewish Code yang ditulis oleh Perry Stone (FloridaL: Charisma House, 2009, p.35-58). Berdasarkan nama itulah, dirumuskan arti profetik dari nama sebuah tahun yang sedang dimasuki dan akan dijalani. Makna ini akan menjadi berkat dan penuntun profetik bagi orang-orang percaya.

Ayin (70)
Kita sudah mengerti bahwa kata Ayin artinya mata. Ini berbicara tentang sesuatu yang mengawasi, mengamat-amati dan melihat-lihat. Pengertiannya secara rohani merujuk pada kalimat yang dituliskan Mazmur bahwa mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik (Amsal 15:3).  Dalam Hebrew Bible dijelaskan sangat deskriptif bahwa The eyes of יהוה are in every place, Watching the evil and the good. Artinya tidak ada tempat dimana Tuhan tidak tahu dan tidak ada tempat yang tersembunyi dari pengawasan mata Tuhan. Di neraka sekalipun, Tuhan melihat apa yang terjadi di sana, apalagi di tempat manapun di muka bumi, termasuk di dalam hati manusia dimana hanya manusia itu sendiri yang tahu.

Tetapi kata Ayin juga memberikan penekanan. Selain mengawasi setiap orang dan perilaku mereka, Tuhan memusatkan perhatiannya pada orang-orang yang takut akan Dia. Terhadap hal ini, Pemazmur mengatakan bahwa sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya (Mazmur 33:18). Ketika ‘mata Tuhan’ tertuju kepada orang yang takut kepada-Nya, maka Tuhan tidak akan pernah membiarkan orang itu. Tuhan menjaga-Nya di setiap jalannya. Ini berbicara tentang penyertaan Tuhan yang selalu ada dan pemeliharaan-Nya yang nyata. Dia selalu menyediakan apa yang dibutuhkan  dan menjauhkan dari hal-hal jahat. Darimana kita mengetahuinya? Ayat selanjutnya dari Mazmur 33:19 menjadi jawabannya. Tuhan melepaskan jiwa orang-orang yang takut kepada-Nya dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan. Luar biasa bukan? Hebrew Bible menulis to deliver their being from death, And to keep them alive during scarcity of food. Artinya, orang yang berada di dalam pandangan mata Tuhan, berada di dalam proteksi Tuhan, baik jiwanya, maupun kebutuhan-kebutuhan materialnya di dalam menjalani hidup.

Vav (6)
Dalam The Ancient Hebrew Lexicon of the Bible dijelaskan bahwa kata VAV diterjemahkan sama dan atau ditulis sama dengan kata WAW, berasal dari kata Semit. Kata itu dalam bentuk piktograf digambarkan berbentuk Y yang menjelaskan bentuk sebuah pasak dari kayu, yang umum dipergunakan untuk mengikat tali pada tenda. Juga di dalam pengertian modern, VAV artinya "pasak" atau "hook" dan juga diterjemahkan sebagai sebuah kait, agar kuat dan kokoh sehingga sesuatu menjadi aman. Dengan demikian, sebuah pengait adalah penghubung (connection) antara sesuatu yang diikat dengan tambatan dari ikatan tersebut. Penghubung ini menjadi kunci yang membuat sebuah hubungan tetap terikat kuat, kokoh dan aman. Tali yang digunakan untuk mengikat, karena keberadaan pengait, menjadi tidak ‘terpeleset’ sehingga berakibat longgarnya ikatan. Pengait ataupun pasak, memiliki fungsi yang sangat penting.

Kata VAV dalam kaitannya sebagai connection pertama kali disebut justru di dalam Kejadian 1:1. Itu adalah ayat pertama dari firman Tuhan sendiri yang menjelaskan tindakan Allah yang pertama-tama dicatat. Disitulah dikatakan, “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” (Kejadian 1:1). Membaca kalimat ini dalam pemahaman umum, memberikan informasi bahwa langit dan bumi adalah tindakan mula-mula Tuhan dalam mengawali karya-Nya terhadap semesta. Dalam Hebrew Bible dideskripsikan lebih jelas bahwa Tuhan pertama-tama melakukan pemisahan antara surga (heavens) dan bumi (earth). In the beginning Elohim created the heavens and the earth. Ternyata, jika kalimat tersebut diselidiki di dalam bahasa Ibrani, terlihat bahwa ada huruf VAV di sana. Perhatikan transliterasi di bawah ini: bə·rê·šîṯ  bā·rā  ’ĕ·lō·hîm;  ’êṯ  haš·šā·ma·yim  wə·’êṯ  hā·’ā·reṣ atau “In the beginning G d created the heavens and [vav] the earth”. Untuk pertama kalinya di dalam Alkitab, kata VAV muncul. Disana VAV berfungsi membuat connection antara ‘apa yang ada di langit, tempat Tuhan bersemayam’ dengan ‘apa yang ada di bumi tempat manusia berada’. Ini berbicara tentang kekuatan yang menghubungkan dan mengikat antara langit dan bumi. Yang maknanya berarti menghubungkan hal-hal rohani (spiritual) dengan hal-hal materi (physics). Dengan demikian VAV bicara tentang adanya suatu hubungan yang lebih kuat dan nyata antara apa yang ada di atas sana (Tuhan) dengan apa yang ada di bumi (manusia). Mengikat keduanya, bersama-sama.

Dalam kaitannya dengan Tabernakel Musa, VAV juga  muncul dan menjelaskan hubungan antara yang ada di dalam halaman (yang suci) yang ada di luar (manusia). Perhatikan ketentuan yang dibuat Tuhan kepada Musa untuk membuat perbatasan antara pelataran kemah suci (yang tidak boleh dimasuki oleh sembarangan manusia) dengan bagian luar dimana setiap orang bebas berada. Di dalam Keluaran 27:9-10  aturan tersebut berbunyi: "Haruslah engkau membuat pelataran Kemah Suci; untuk pelataran itu pada sebelah selatan harus dibuat layar dari lenan halus yang dipintal benangnya, seratus hasta panjangnya pada sisi yang satu itu. Tiang-tiangnya harus ada dua puluh, dan alas-alas tiang itu harus dua puluh, dari tembaga, tetapi kaitan-kaitan tiang itu dan penyambung-penyambungnya harus dari perak.”  Dalam Hebrew Bible muncul jelas kata ‘hook’ sebagai pengait. And its twenty columns and their twenty sockets of bronze, the hooks (vav) of the columns and their bands of silver. Pagar penutup pelataran kemah suci berdiri dan diikat dengan pengait!

Hal yang menarik lainnya adalah kata VAV yang merepresentasikan manusia. Kembali kepada kitab Kejadian, Allah menciptakan manusia pada hari yang keenam (Kejadian 1:27-31).  Penciptaan manusia merupakan puncak dari karya Allah yang sangat luar biasa. Sebab, manusia adalah satu-satunya ciptaan yang diciptakan IMAGO DEI (serupa dengan gambar Allah). Ini mengingatkan kita semua bahwa kita adalah sosok yang berharga sebagaimana ditulis dalam nubuatan Yesaya: Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu (Yesaya 43:4). VAV mengingatkan betapa pentingnya manusia di mata Tuhan.

Yang tidak boleh dilupakan adalah pengertian VAV dalam konsep apokaliptik. Kalau satu hari Tuhan adalah seribu tahun manusia secara kronologis, (tertulis di dalam Kitab 2Petrus 3:8  - Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari) maka ini merupakan peringatan bagi kita semua. Tahun Ayin Vav menjadi penanda profetik yang menjelaskan pertanda kehidupan umat manusia sedang di bawa memasuki milenium ke-enam. Memang masih lama sekali menjalani seribu tahun kronologis itu secara linier tetapi ini adalah masa-masa terakhir. Sebab, setelah milenium keenam ini berakhir, maka generasi umat manusia memasuki milenium terakhir (yang ketujuh) dimana Tuhan sendiri berhenti di dalam segala perjaan-Nya dan menjadikan hari itu sebagai sabat. Jika sejarah umat manusia dilihat paralel dengan kronologis penciptaan, maka patut diduga, masa kedatangan Tuhan yang kedua sudah diambang pintu. Adakah kita bermain-main dengan hidup ini? Atau justru kita harus semakin terpacu mnelekat kepada-Nya dan membersiapkan generasi yang menyonsong kedatangan-Nya yang kedua kali?

Penutup
Saya tertarik pada sebuah ungkapan dalam bahasa Ibrani yang mengatakan, be shanah haba’a be Yerusalayim. Kalimat ini diucapakan oleh para peziarah kepada sesama peziarah, saat mereka selesai menjalankan ibadah mereka di Yerusalem. Tidak pernah ada kata perpisahan. Yang ada di dalam kalimat itu adalah harapan, bahwa ‘tahun depan kita akan bertemu lagi di Yerusalem’. Demikian halnya kita di bumi ini, hanyalah peziarah yang sebetulnya ‘tidak kebetulan’ berada di satu waktu tertentu dan masa tertentu. Setiap orang di setiap zaman dan generasi yang berbeda, selalu disatukan oleh harapan yang sama, untuk bertemu di Yerusalem entah itu fisik yang sekarang ada di Israel sana, terlebih lagi Yerusalem Baru, dimana kita semua kelak berada. Dan tahun Ayin Vav ini mengingatkan kita bahwa telah ada satu connecting yang membuat semua itu terjadi. Jika ditulis, kata VAV seperti L yang terbalik. Penulisannya menarik. Dimulai dari menarik garis pendek dari kiri ke kanan, lalu bersambung lurus panjang ke bawah. Hubungan yang dijelaskan di atas, bukanlah inisiatif manusia, tetapi ide Tuhan sendiri melalui Yesus Kristus. Dia adalah Yeshua Hamashiah yang turun ke bumi dan menjadi manusia. Baca baik-baik apa yang ditulis di dalam Yohanes 1:14 , bahwa  “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran”.  Firman yang menjadi manusia itu adalah VAV yang disediakan Tuhan buat kita sehingga senantiasa kita terikat kepadaNya dengan kuat, kokoh dan aman. Hanya dengan terikat kepada-Nya lah, hidup kita akan berdiri dan tidak akan pernah goyah. Shanah Tova ! (Diijinkan menggunakan artikel ini untuk publikasi gereja dengan mencantumkan penulis dan sumbernya. Penulis dapat dihubungi di gloryofgodmin@gmail.com dan pin 2B03FD54).

Jumat, Oktober 31, 2014

KESAKSIAN: MOBIL BARU DARI TUHAN

Oleh: Ps. Sonny Zaluchu



Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus (Filipi 4:19)

SAYA membutuhkan mobil. Panther yang lama sudah sering keluar masuk bengkel dan digunakan untuk operasional antar jemput anak-anak ke sekolah. Biaya yang dikeluarkan untuk membetulkan Panther sudah melebihi ambang kepatutan. Tetapi apa daya saya tidak punya kesanggupan untuk membeli yang baru, bahkan second sekalipun, tetap tidak mampu.

Dua tahun lalu, sebetulnya tersedia cukup uang yang saya tabung sangat lama untuk membeli mobil baru. Apalagi, tiga mobil yang pernah saya miliki sebelumnya, adalah mobil bekas (second). Sekali-kali saya ingin memiliki yang benar-benar baru. Dua mobil terakhir adalah mantan milik Hamba Tuhan juga sehingga dapat dipastikan jam terbang mobil tersebut sangat tinggi dan ini tentu saja berdampak pada kinerja mobil yang pasti, semakin dipakai oleh saya sebagai Hamba Tuhan di dalam berbagai medan pelayanan, akan semakin menurun. Itu sebabnya, mobil yang terakhir, bolak-balik masuk bengkel. Alangkah sukacitanya hati ini ketika uang yang disisihkan dari setiap berkat yang saya terima telah cukup untuk membeli satu unit mobil baru.

Akan tetapi, rancangan manusia belum tentu merupakan rancangan Tuhan. Satu visi baru Tuhan beri, tahun 2012, untuk merintis pelayanan di Graha Padma Semarang. Meskipun dengan berat hati, dan air mata yang menetes, saya mematahkan leher buli-buli minyak Narwastu itu – seperti Maria pernah melakukannya pada Yesus, dan merelakan semua yang terkumpul itu sebagai benih untuk membeli ruko sebagai tempat ibadah. Itulah yang kemudian menjadi cikal bakal Gereja City Blessing Semarang (Semarang City Blessing Church) yang saya namakan Golden Gate Community Church (G2CC). Saya berpikir simpel. Tentu Tuhan mau melihat korban apa yang bisa saya berikan sebagai benih untuk pembelian ruko tersebut. Maka yang terjadi kemudian sungguh menakjubkan. Dalam delapan bulan, uang pembelian ruko terkumpul secara luar biasa dan bisa dibayarkan kepada pengembang lebih cepat daripada waktu yang disediakan yakni satu tahun. Maka kemudian saya berpikir, “Tidak apa-apa...benih mobil saya ada di tanah dan bangunan ruko itu...toh ini untuk pekerjaan Tuhan.” Dan saya tetap menggunakan mobil yang lama....puji Tuhan, daripada tidak ada sama sekali! Panas, tinggal buka jendela. Rusak, ya, masukin bengkel lagi. “Mau bagaimana lagi....apa yang ada itu yang patut disyukuri.”

Visi Baru
Tidak terasa, persekutuan doa sebagai langkah perintisan sudah berjalan satu tahun dan berkembang di dalam perkenaan Tuhan. September 2014 yang lalu adalah ulang tahun yang pertama. Ada satu sukacita tersendiri melihat berkembangnya pekerjaan Tuhan di Graha Padma. Kemudian saya doa begini, “Tuhan, aku nabung lagi ya...toh urusan untuk ruko sudah beres...” Tuhan diam, tidak memberi konfirmasi apapun dan saya anggap itu persetujuan-Nya. Dengan penuh semangat, tabungan yang semula berada di titik nol, mulai terisi lagi, sedikit demi sedikit. Hati ini penuh dengan harapan baru bahwa paling lambat akhir tahun sudah dapat mobil yang baru. Semua keinginan itu saya catat di dalam buku doa dan menjadi salah satu pokok doa yang tidak pernah berhenti saya bicarakan pada Tuhan. Bukankah Tuhan berkata, “Mintalah, maka kamu akan diberi...” Saya pegang perkataan firman itu siang dan malam. Kalau sudah waktunya, pasti dapat! Saya semakin melayani Tuhan dengan semangat karena saya tahu Tuhan tidak pernah berhutang dan Ia selalu menjawab ‘kebutuhan’ (bukan keinginan) anak-anak-Nya yang setia. Saya berdoa begini, “Tuhan, apa yang ada padaku saat ini adalah anugerahMu. Aku mengucap syukur memiliki mobil itu walaupun harus keluar masuk bengkel. Aku percaya, Engkau memberkati tabungan ini sehingga nanti akan terkumpul uang yang cukup untuk membeli mobil baru pada waktu-Mu...”

Tetapi sesuatu kembali terjadi. Setelah terkumpul cukup uang untuk membeli mobil baru, pelayanan di ruko mengalami perubahan visi. Tuhan bergerak dengan cara yang cepat. Waktu Natal 2013 dan awal tahun 2014, ruko sudah tidak muat untuk perayaan. Lantai dua tempat ibadah menjadi penuh sesak dan panas. Tidak ada pilihan lain, “kita harus berdoa membeli tanah untuk membangun gereja...” Demikian saya berkata kepada pengurus. Di mobil saat pulang ke rumah, saya menepuk jidat. “Aduh Tuhan, kalau rencana untuk membeli tanah dan membangun gereja ini jadi, maka uang mobil akan melayang lagi...” Saya pulang ke rumah sambil menangis di jalan dan disitu ada semacam kekuatan yang Tuhan beri, bahwa kalau memang demikian jalan ceritanya dari Tuhan, maka bagian saya cuma satu: taat sebagai hamba.

Naik Bus
Tuhan buka pintu di pertengahan tahun 2014. Rencana pembelian tanah tiba-tiba menghadapi pintu-pintu yang terbuka. Penandatanganan pembelian tanah untuk gereja dimulai. Satu tahun kami diberikan waktu hingga tahun 2015 untuk melunasi pembelian tanah itu. Seperti sejarah yang terulang, uang yang sedikit demi sedikit terkumpul untuk membeli mobil, kembali harus ‘dicurahkan semuanya’ seperti Narwastu yang dituang sampai habis. Saya ingat perkataan Tuhan di dalam Alkitab, carilah dahulu kerajaan Allah....disitu saya diingatkan bahwa ‘mencari’ salah satu artinya adalah mendahulukan! Tabungan kembali nol. Semua uang mobil menjadi benih awal pembelian tanah rumah Tuhan. Tetapi hati saya tetap bersukacita. “Kalau memang maunya Tuhan begitu ya, harus nurut.” Apa yang menjadi bagian saya di dalam kerajaan-Nya tetap saya lakukan dengan sukacita. Termasuk ketika beberapa bulan terakhir, saya pergi ke tempat pelayanan di Yogya, Solo, Salatiga dan tempat-tempat pelayanan lainnya, naik bus dan angkutan umum. Saya jalani dengan sukacita. Pernah di atas bus, saya duduk merenung dan nangis sama Tuhan. “Bila aku harus melalui ini Tuhan, maka aku akan melakukan dengan sukacita. Terima kasih Engkau masih membuka kesempatan bagiku melayaniMu...” Pandangan mata ingin tahu para panitia atau pengurus gereja yang menjemput dan mengantar di stasiun bus, menjadi motivasi bagi saya, bahwa semua akan indah pada waktunya. Kadang di bus saya suka bersenandung dan memotivasi diri sendiri. “Kerja buat Tuhan, selalu manise...saya kerja buat Tuhan sungguh senang senange...” Padahal hati saya waktu itu sedang sedih-sedihnya....

“Proyek Saya Jadi”
Tiba-tiba Tuhan balikkan keadaan. Sangat cepat. Seorang pengusaha menghubungi dan berkata beberapa waktu lalu, “Pak, masih ingat proyek saya ...(sambil menyebut nama proyek itu) Puji Tuhan, gol dan saya mendapatkannya.” Saya juga bersyukur dengan berita tersebut. Tetapi kelanjutan dari proyek itulah yang menjadi mujizat bagi saya. Pengusaha yang rendah hati ini berkata, “Saya sudah janji iman pada Tuhan untuk membelikan bapak mobil. Dan proyek ini telah jadi, maka bapak harus membeli mobil baru untuk mendukung pelayanan. Silahkan pilih. Gak perlu naik bus lagi. Ini berkat Tuhan.” Saya melongo. Dia memberikan dua lembar cek yang belum diisi dan menandatangani dua cek itu di depan saya. Pulpen itupun diserahkan pada saya untuk dipakai mengisi angka di dua lembar cek itu sesuai harga mobil. “Pakai satu cek untuk DP dan sisanya untuk pelunasan,” katanya. Saya menerima dua lembar cek itu dengan perasaan tidak karuan. Antara mimpi dan kenyataan, dan tiba-tiba saya menangis cukup keras sewaktu menyadari bahwa ini bukan mimpi. Ini kenyataan dan cara Tuhan yang ajaib. Dengan bijak, pengusaha itu menepuk pundak saya sambil tertawa ringan, “Sudahlah pak, itu memang jatah bapak dari Tuhan. Saya cuma saluran. Sudah sepatutnya mendapatkan itu. Saya pun senang jika melihat bapak memakainya untuk melayani Tuhan...” Benar-benar itulah yang disebut sebagai berkat tiba-tiba dari Tuhan. "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." (1 Korintus 2:9).

Mencoba Menawar
Setelah membayar DP mobil tersebut, pikiran saya berkecamuk. Bukankah masih ada urusan soal pembelian tanah gereja. Saya berdoa minta hikmat dan tanda dari Tuhan. Maka saya menelepon kembali pengusaha tersebut. “Pak, bisakah saya menawar.” Pengusaha itu menjawab, “Ya pak, ada apa...” Saya dengan hati-hati berkata, “Seandainya boleh, walaupun saya sudah DP, cek yang terakhir saya uangkan, tentu dengan nilai yang berasal dari bapak.” Dia berkata, “Lho buat apa?” Saya menjelaskan, “Saya itu masih urus pembelian tanah gereja. Jika bisa, maka berkat mobil ini, mumpung belum dicairkan, saya alihkan untuk pembelian tanah gereja...apa boleh?” Lama pengusaha itu baru menjawab. Hihihihi. Mungkin aneh buat dia saya menawar berkat itu. Akhirnya ia berkata, “Pak, itu janji iman saya. Hanya prosesnya, bapak yang beli. Itu sama saja dengan saya datang ke rumah bapak beri mobil. Karena itu janji iman dan saya senang melihat bapak naik itu untuk pelayanan, maka uang itu harus digunakan untuk mobil. Nanti untuk tanah dan pembangunan gereja, pasti akan Tuhan sediakan...” Aduh lega sekali rasanya mendengar perkataan yang menyejukkan itu. Karena, seandainya pengusaha itu berkata boleh, maka itu tanda bagi saya dari Tuhan untuk mengalihkan berkat tersebut. Rupanya, Tuhan punya prioritas sendiri. Saya tersenyum

Refleksi

Ketika akhirnya mobil itu diantar delaer ke rumah, saya melihatnya sebagai karya Tuhan yang besar. Saat mengurapi mobil itu, dan bersukur menerimanya dari Tuhan, saya menangis. Tuhan bisa pakai siapa saja untuk menjadi jalan berkat-Nya untuk menolong, selama kita melakukan bagian kita dengan setia. Hamba Tuhan tidak perlu mengusahakan kebutuhannya, apalagi minta-minta. Kita punya Tuhan yang dahsyat dan melayani Allah yang luar biasa. Bukankah Dia Jehovah Jireh Tuhanlah yang menjadi jawaban atas setiap kebutuhan itu. Saya masih ingat bulan Oktober ini, ada satu orang mbok-mbok penjual beras di pasar, datang ke rumah, bawa sekarung beras. "Untuk pak pendeta sekeluarga...biar bisa makan...." Kemarin dia sms lagi, kalau berasnya habis, tolong ambil ke lapak saya. Lha....sampai beraspun Tuhan kirim. Pengusaha itu, entah dia membaca kesaksian ini atau tidak, telah menjadi saluran Tuhan. Dan itu adalah hak yang sangat istimewa menjadi saluran-Nya untuk menolong hamba-Nya. Selama ada bejana yang kosong, pasti minyaknya mengalir. Saya berdoa agar usahanya terus berkembang dan mengalami Ayin Hei Blessings supaya dia juga melihat bahwa berkat Tuhan selalu menyertai hidupnya. Tetapi yang jauh lebih penting, saya merasakan didikan Tuhan yang indah, ketika berani melepas hak untuk pekerjaan Tuhan, membayar harga dengan air mata dan pengorbanan, setia dalam panggilan, dengan motivasi yang benar, maka di satu titik, Tuhan akan bekerja dengan indah menyediakan semua yang kita butuhkan dengan cara-Nya yang ajaib. “Kau slalu punya cara untuk menolongku...Kau dahsyat dalam segala perbuatanMu...” Dia Tuhan yang tidak pernah berhutang pada anak-anakNya. Ketika kelak orang-orang melihat mobil berpelat H 62 CC itu di jalan raya, mereka tahu, itu mobil berkat dari Tuhan. Mobil yang keberadaannya adalah keajaiban. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan. (081325854343/gloryofgodmin@gmail.com)

Kamis, September 18, 2014

ROSH HASHANAH 5775: AYIN HEI

Sebuah Prophetic Insight 
Oleh Ps. Sonny Zaluchu 
Gembala Sidang Golden Gate Community Church (G2CC) Semarang
Contact for ministry or Holyland Journey +6281325854343 atau pin 286b31ad

Artikel ini diijinkan dikutip untuk penerbitan warta gereja atau kepentingan rohani lainnya dengan mencantumkan sumber dan penulisnya. Jangan mencuri karya orang lain dan mengakuinya sebagai buah pikiranmu. Itu dosa J

Mazmur 65:12 menulis: “Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu”.  Kata ‘memahkotai’ disitu diambil dari bahasa Ibrani ‘atar’ yang akar katanya berarti mengelilingi atau mengepung untuk tujuan serangan (perang) atau membangun benteng (perlindungan). Inilah yang dipahami sampai dengan hari ini, bahwa setiap tahun dimahkotai Tuhan dengan kebaikan-Nya. Berdasarkan sudut pandang akar-akar Ibrani (hebrew roots), kebaikan Tuhan yang ‘mengepung’ selalu berbeda tiap tahun-nya. Dalam kata lain, setiap tahun membawa berkatnya sendiri-sendiri. Cara orang Ibrani melihat berkat tahun dan menyelaraskan kehidupan mereka dengan ‘mahkota’ tahun yang khas itu, dapat menjadi teladan di dalam kehidupan rohani orang percaya dewasa ini. Mereka memberikan nama di setiap tahun dari dua huruf terakhir tahun tersebut. Rosh Hashanah tahun ini adalah tahun 5775 dan nama tahun sebagai identitas ‘mahkota’ dari Tuhan diambil dari angka 75 yang susunannya sebagai berikut: 70 di dalam aksara Ibrani dinamakan ‘Ayin’ dan 5 dinamakan ‘hei’. Maka disimpulkan, tahun ‘75’ tersebut bernama tahun ‘Ayin Hei’.

Kembali ke Akar Ibrani
Terlebih dahulu kita harus memiliki dasar pengertian yang benar mengenai mengapa kita harus mengikuti penanggalan Ibrani. Kekristenan memiliki akar ibrani yang sangat kuat dan dalam, melalui Yesus Kristus. Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma menegaskan hal itu: Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah, janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu yang menopang kamu. (Roma 11:17-18). Dengan demikian, apa yang menjadi janji Tuhan bagi Israel (akar) juga berlaku bagi orang Kristen dewasa ini (cabang). Ketika kembali ke akar Ibrani kita, disanalah ditemukan maksud Tuhan yang sejati. Salah satunya soal pergantian tahun. Akar Ibrani menyebutkan pergantian tahun tidak mengikuti kalender Gregorian (di bulan Januari) tetapi kalender biblikal Ibrani yang dimulai pertengahan bulan September. Juga harus disadari bahwa warisan kita sebagai keturunan Abraham hanya dapat diperoleh ketika kita kembali ke akar-nya yaitu melihat bahwa Abraham adalah orang yang pertama kali disebut Ibrani di dalam Alkitab dan Yesus yang menjadi penghubung dengan berkat Abraham itu, juga adalah orang Ibrani asli, tinggal di dalam komunitas dan berbahasa Ibrani. Bahkan Alkitab kita ditulis oleh orang-orang Ibrani dalam cara pandang, budaya dan sosiologis orang-orang Ibrani. Betapa pentingnya memahami segala sesuatu dengan kembali ke akar Ibrani.

Rosh Hashanah sebagai Kepala Tahun.  Rosh Hashanah adalah salah satu hari raya besar orang Ibrani yang menandai pergantian tahun. Perayaan menyambut pergantian tahun ini dilakukan beberapa minggu dan besar-besaran karena ini bukan sekedar beralih tahun tetapi bicara soal peralilhan untuk menerima berkat (mahkota) yang baru. Salah satu yang paling utama di dalam perayaan adalah memahami bahwa pergantian tahun bukan semata-mata pergantian belaka tetapi tanda memasuki awal yang baru, harapan baru, berkat baru dan perjanjian yang baru dengan Tuhan. Itu sebabnya, orang Ibrani memandang bahwa awal tahun adalah sebuah ‘kepala tahun’. Sebagaimana tradisi orang-orang Tionghoa untuk keluarga baru dimana orang tua menyuapi anaknya dengan makanan yang manis, demikian dalam tradisi Ibrani mereka mengawali kepala tahun dengan memakan buah yang manis seperti jeruk, korma atau bahkan permen, untuk mengingatkan dan bertindak secara profetik bahwa disepanjang tahun yang akan dilalui, segala sesuatu akan berjalan dengan manis dan jauh dari kepahitan. Dalam perjamuan makan malam di keluarga, khusus hari itu, meja diisi dengan menu ‘kepala ikan’ sebagai tanda untuk mengingatkan, menerima, mengklaim dan memateraikan “berkat kepala” sebagaimana disebutkan di dalam Ulangan 28:13, “TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia.” Di akhir kalimat saat berdoa mereka mengucapkan dan mendeklarasikan: she nihye ka rosh, ve lo la zanav. Secara bebas artinya: aku adalah kepala dan bukan ekor! Dengan demikian, kalau ini menjadi sebuah bagian dari akar ibrani, maka ini bukan hanya tradisi mereka tetapi juga menjadi tradisi bagi kita yang percaya. Saya percaya dan mengikutinya. Anda?

Ayin Hei
Berikut ini beberapa prophetic insight dari tahun ayin hei yang kiranya menjadi ‘track’ kehidupan rohani kita di dalam Tuhan. Orang Ibrani gemar mengutak-atik angka dan mencari maknanya secara rohani. Ilmu itu disebut dengan Gematria.

Tahun Berkat Ganda. Angka 5 atau ‘hei’ salah satunya berarti lima jari. 5 jari ini berkaitan dengan penumpangan tangan dalam hal pemberian berkat dari Tuhan. Artinya jelas, bahwa tahun Ayin Hei ini secara khusus dimahkotai dengan berkat-Nya secara  materi dan rohani. Jika dimengerti bahwa ‘hei’ adalah lima jari dari tangan yang memberkati,  maka struktur tahun 5775 yang unik dan jarang terulang ini, menjadi sangat tidak kebetulan. Angka 7 di dalam Alkitab dikenal sebagai angka Tuhan (kesempurnaan). Dua angka ini diapit oleh ‘hei’ (angka 5) di kiri dan kanan. Secara akar ibrani, itu berbicara mengenai dua tangan Tuhan, di kiri dan kanan, yang diletakkan di datas kepala anak-anak-Nya. Satu tangan saja sudah mendatangkan berkat luar biasa, apalagi jika diturunkan melalui dua tangan. Ini adalah tahun pelipatgandaan (double portion) berkat Tuhan di dalam diri orang yang percaya. Saya percaya! Anda? Firman Tuhan di dalam Mazmur 5:13 mengingatkan, “Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.” Bagian kita untuk menerimanya sepanjang tahun ini adalah menjadi orang benar.

Tahun Promosi.  Huruf ‘hei’ dalam abjad Ibrani ditulis hei Bentuk itu menjelaskan makna profetik berikutnya dari Tahun Ayin Hei. Struktur abjad tulisan hei terdiri dari dua garis. Satu berbentuk “balok horizontal” yang berada di atas “tiang vertikal”.  Balok horizontal itu bicara tentang sesuatu yang melebar sedangkan tiang vertikal itu bicara tentang sesuatu yang makin tinggi dan makin naik. Lebar berbicara tentang teritori yang makin luas. Ingat doa Yabes? Di dalam 1 Tawarikh 4:10 dicatat sangnat jelas, Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya: "Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!" Dan Allah mengabulkan permintaannya itu. Maka kita harus bersiap-siap. Tahun ini sudah dimulai dimana segala apa yang kita kerjakan akan Tuhan perbesar kapasitasnya dan menjangkau ke wilayah, daerah atau teritori yang lebih luar yang mungkin selama ini tidak terpikirkan untuk dijangkau. Tuhan akan bawa kita ke sana. Bukan hanya itu, Tuhan juga akan membawa kita naik. Ada dua hal pengertian soal ‘naik’ yang dijelaskan oleh tiang vertikal dalam abjad hei. Pertama, di bawa naik artinya diangkat dari sesuatu yang buruk, masalah, yang selama ini menenggelamkan hidup dan keberadaan kita. Dia mengangkat untuk melepaskan dan memulihkan, untuk membalik keadaan kita menjadi baru! Pengertian kedua adalah mendorong dan membawa naik. Ini bicara tentang peninggian untuk tujuan promosi. Ayat ini akan digenapi. Sebab bukan dari timur atau dari barat dan bukan dari padang gurun datangnya peninggian itu, tetapi Allah adalah Hakim: direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain (Mazmur 75:7-8). Saya percaya! Anda?

Yang harus dilakukan. Ini pertanyaan yang penting karena hanya dengan menjawab pertanyaan ini, maka berkat Ayin Hei akan menjadi milik kita. Berkat ini, hanya bisa diterima jika orang yang menerima berkat itu, berada di depan orang yang memberi berkat. Jika mau terus menerus diberkati maka, harus terus menerus di depan Tuhan agar kedua tangannya bisa terus menerus di atas kepala kita! Ingat, ‘hei’ (5) digandeng oleh ‘ayin’ (70). Disebut Ayin Hei karena ‘ayin’ artinya mata atau melihat. Selama kita mempertahankan diri berada di dalam jangkauan mata Tuhan, berkat ayin hei itu akan menjadi milik kita selamanya. Bukan saatnya lagi menutup diri dari mata Tuhan dan menyembunyikan hidup kita. Hidup kita terbuka dihadapannya. Tidak perlu lagi sembunyi-sembunyi. Kita harus membiarkan mata-Nya mengawasi untuk tujuan menjaga dan sekaligus mengingatkan kita jika ada yang salah.

Mazmur 75. Tidak kebetulan. Ayin Hei adalah nama dari tahun 75. Dan sangat indah doa di dalam Mazmur 75 sebagai sebuah doa profetik bahwa kita sepanjang tahun ini akan menmceritakan kemuliaan dan keajaiban nama-Nya karena tanduk kita telah ditinggikannya. Kami bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kami bersyukur, dan orang-orang yang menyerukan nama-Mu menceritakan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib. "Apabila Aku menetapkan waktunya, Aku sendiri akan menghakimi dengan kebenaran. Bumi hancur dan semua penduduknya; tetapi Akulah yang mengokohkan tiang-tiangnya." Aku berkata kepada pembual-pembual: "Jangan membual." Dan kepada orang-orang fasik: "Jangan meninggikan tanduk! Jangan mengangkat tandukmu tinggi-tinggi, jangan berbicara dengan bertegang leher!" Sebab bukan dari timur atau dari barat dan bukan dari padang gurun datangnya peninggian itu, tetapi Allah adalah Hakim: direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain. Sebab sebuah piala ada di tangan TUHAN, berisi anggur berbuih, penuh campuran bumbu; Ia menuang dari situ; sungguh, ampasnya akan dihirup dan diminum oleh semua orang fasik di bumi. Tetapi aku hendak bersorak-sorak untuk selama-lamanya, aku hendak bermazmur bagi Allah Yakub. Segala tanduk orang-orang fasik akan dihancurkan-Nya, tetapi tanduk-tanduk orang benar akan ditinggikan.


Happy Rosh Hashanah. She nihye ka rosh, ve lo la zanav