Selasa, Oktober 04, 2016

MAKSUD TUHAN DI TAHUN 5777 AYIN ZAYIN


Ps. Sonny Zaluchu
Gembala JKI G2CC Graha Padma Semarang
Post Doctoral Akar Ibrani dan menulis buku HOLYLAND: Jejak Kaki Tuhan di Tanah Suci
Tulisan ini dapat dikutip dengan menyebut sumbernya. Jangan plagiat !

Hasil gambar untuk ayin zayin 5777

AWAL Tahun Baru Israel atau Rosh HaShanah dibulan Oktober 2016, jatuh dan dirayakan pada tanggal 6-9 Oktober. Perayaannya sendiri bisa berlangsung selama satu bulan penuh. Salah satu doa yang paling sering diucapkan di awal tahun seperti ini adalah janji Tuhan yang tertulis di dalam kitab Musa, “TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor” (Ulangan 28:13). Ada satu keyakinan yang kuat bahwa destiny anak-anak Tuhan adalah kepala dan hal itu ditegaskan di awal tahun (kepala tahun) supaya di sepanjang tahun yang akan dilalui, promosi dan berkat Tuhan datang sedemikian rupa doa itu digenapi di sepanjang waktu. Seperti pernah saya tulis (dan dikutip oleh banyak orang dengan  tidak menyebutkan sumber, malah ada yang  langsung mencantumkan namanya sebagai penulis) bahwa di dalam perjamuan keluarga, kepala keluarga akan memimpin doa menjadi kepala dengan mengucapkan: she nihye ka ROSH ve lo la zanav atau jika diterjemahkan menjadi, “Aku akan menjadi kepala dan bukan ekor.” Doa ini terus diucapkan di sepanjang tahun.

Shana
Tahun baru juga digunakan sebagai momentum untuk membuat perubahan ke arah yang lebih baik. Saling mengucapkan ‘Selamat Tahun Baru’ atau Shanah Thovah bukan sekedar ritual atau basa basi. Ucapan itu lahir dari sebuah kesadaran bahwa kita hanyalah penumpang di planet milikNya. Disitu sebuah resolusi baru dibuat dihadapan Tuhan, agar mengampuni semua yang telah lalu, dan berjanji pada diri sendiri dan pada Tuhan yang empunya alam semesta, mulai awal tahun ini, segala hal yang lebih baik akan dilakukan.

Kata Ibrani shana (שנה) pada umumnya berarti ‘tahun’. Jadi kalau orang saling mengucapkan salam, mereka melepaskan berkat dan janji bahwa ini adalah tahun yang baik dan lebih baik di dalam segala aspek. Menariknya, kata shana berasal dari akar kata yang berarti "untuk mengubah". Misalnya, menurut kitab Ayub, Engkau menggagahi dia untuk selama-lamanya, maka pergilah ia, Engkau mengubah wajahnya dan menyuruh dia pergi (Ayub 14:20). Maksudnya, Tuhanlah yang mengubah penampilan manusia selama manusia berkenan bekerjasama dengan Tuhan untuk melakukan itu. Awal tahun ini bukanlah pengulangan atau ritual yang sama seperti tahun lalu. Garis waktu selalu berjalan linier dan tidak pernah kembali. Dan kita dituntut memperlihatkan perubahan kualitas hidup. Bukan hanya agar tidak mengulangi kesalahan yang sama dua kali, seperti tahun tahun sebelumnya, kita diperintahkan untuk menggunakan momentum Rosh Hashanah sebagai kesempatan untuk mengevaluasi tingkah laku dan mengubah arah hidup. Perubahan memerlukan keputusan dan evaluasi terhadap hal-hal apa saja yang harus diperbaiki. Disitu komitmen diperlukan ! Jika hal ini terjadi, maka Tuhan akan memimpin perubahan itu dengan cara yang sangat indah dan hasil yang luar biasa.

Zayin
Nama tahun Israel selalu diambil dari dua angka terakhir. Maka, berdasarkan angka tersebut tahun Rosh Hashanah kali ini atau tahuh 5777 dinamakan Ayin Zayin. Tahun lalu, tahun 5776 dinamakan tahun Ayin Vav dan di sana kita berkesempatan menikmati berkay Yobel dari Tuhan.

Tuhan selalu punya agenda yang khas dan berbeda di setiap tahun. Maka dari itu, kita perlu mencermati pola Tuhan bekerja yang berkaitan dengan hari-hari raya orang Yahudi. Sebab, hari-hari raya itu menjelaskan proyeksi dan memberikan arahan profetik mengenai apa yang akan Tuhan buat bagi dunia. Artinya bukan sekedar hari raya sebagaimana kita memaknainya di Indonesia tetapi melaluinya kita dapat melihat isi hati Tuhan (walaupun samar-samar) melalui sejumlah petunjuk yang memang dengan sengaja diungkapkan kepada kita secara profetik. Sebagai orang Kristen yang kembali kepada Akar Ibrani (hebrew roots), mencari kehendak Tuhan melalui perayaan dan ibadah ibadah Ibrani sangat dimungkinkan terjadi. Apalagi jika dikaitkan dengan kedatangan-Nya yang kedua yang semakin dekat, tanda-tanda semakin banyak bertebaran dan menjadi peneguhan dari apa yang dinubuatkan kitab Suci. Cara Tuhan bekerja kepada bangsa pilihan-Nya menjadi cara yang sama dimana Tuhan bekerja pada kita. Mengapa? Kita sudah di cangkok-kan ke dalam akar pohon zaitun yang sejati melalui Yesus Kristus. Berkat buat Yahudi, juga berkat buat bangsa-bangsa. Pesan buat Yahudi juga pesan buat kekristenan. Cara bangsa Yahudi melihat dan mencermati pesan Tuhan dapat menjadi teladan yang sama buat kita, kendatipun disadari ada hal-hal yang relevan dan tidak relevan dengan sistem budaya kita. Selama itu sesuai dengan kebenaran kitab Suci, maka pastilah itu relevan.

Teologi 7
Dalam aksara Ibrani, kata Zayin mewakili angka 7 (tujuh). Dalam teologi orang Ibrani, setiap angka diberi nama dan punya arti tertentu. Ada beberapa hal penting yang menjadi bahan pembelajaran kita soal angka itu. 

His Manifested Presence
7 (tujuh) adalah angka sempurna. Enam hari lamanya Tuhan bekerja di dalam penciptaan di Kitab Kejadian dan pada hari ketujuh Dia berhenti. Angka tujuh di manapun di dalam Alkitab selalu merujuk pada eksistensi atau keberadaan Tuhan. Dia memang ada di sepanjang tahun dan waktu. Tetapi khusus pada tahun 5777 ini, kita bisa membaca intensitas kehadiran Tuhan yang meningkat dengan hadirnya tiga angka sempurna itu (777) yang hanya akan terulang seribu tahun lagi. Hadirat Tuhan salah satunya dapat dijelaskan dengan konsep ‘manifested presence’. Artinya, manifestasi keberadaan Tuhan di sebuah tempat yang berbeda dari tempat lain. Kabod-Nya atau kemuliaan-Nya lebih kuat di satu tempat dibandingkan dengan tempat lain. Jika dibandingkan dengan tahun tahun sebelumnya, maka His Manifested Presence di sepanjang tahun ini jauh lebih berbobot. Dan ini semua adalah kesempatan kita, apakah membuka pintu lebar-lebar untuk Dia menyatakan kehadiranNya di dalam gereja, ibadah, keluarga, pelayanan, pekerjaan dan kehidupan kita. Kabod yang lebih berat sudah mulai diturunkan. Saya pribadi percaya bahwa, kehidupan rohani yang dibangun dalam pencaharian akan Tuhan, akan penuh dengan dinamika kuasa Tuhan. Sepanjang tahun ini !

Bukan Pedang !
7 (tujuh) di artikan sebagai pedang. Banyak tulisan di internet merujuk pada satu penafsiran bahwa di sepanjang tahun ini akan ada pedang bertemu dengan pedang (atau peperangan dimana-mana). Juga ada yang menafsirkan bahwa pedang bicara tentang senjata yang Tuhan letakkan di tangan kita untuk menumpas segala kejahatan. Saya tidak setuju dengan penafsiran itu. Tuhan tidak memerintahkan kita mengangkat senjata baik secara harafiah maupun secara rohani. Kita harus melihat isi hati Tuhan yang paling dalam bahwa agama tidak ditegakkan dengan pedang. Kerajaan Allah yang dibawa oleh Tuhan dan nilai-nilainya ditegakkan melalui kesaksian. Dan kesaksian itu sangat jelas, kesaksian akan kuasa firman Tuhan sendiri.

Firman Tuhan
Tahun 5777 bukanlah tahun pedang dalam arti senjata menebas, menusuk atau menghancurkan musuh. Juga bukan tahun penuh gemerincing suara pedang yang beradu di dalam peperangan. 7 bicara tentang kekuatan firman Tuhan dan luar biasanya, kekuatan itu berlipat tiga dengan 777. Dimana-mana di sepanjang tahun ini, firman Tuhan akan mengambil alih pikiran, rasio dan kehidupan kita. Firman Tuhan akan ditebar dimana-mana sebagai sebuah benih dan menjadi “senjata” peperangan untuk memenangkan dunia. Tahun ini adalah tahun manifestasi Firman Tuhan dengan kuasa yang sangat hebat dan dengan kualitas triple yang berbeda dari tahun tahun sebelumnya. Sekali lagi, ini penggenapan firman yang sangat hebat ! 

Rasul Paulus menjelaskan dengan sangat gamblang. Bahwa pedang adalah salah satu senjata peperangan rohani dan itu adalah firman Tuhan sendiri. Angka 7 atau “pedang” yang dimaksud di dalam Ayin Zayin bukan memiliki senjata tetapi seruan untuk semakin memperkokoh hidup di dalam kebenaran firman. “dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah” (Efesus 6:17). Melalui firman yang kita miliki maka intensitas pergaulan dengan Allah juga semakin kuat dan firman itu dapat menjadi “senjata” menebas tuaian di ladangNya. Tuhan sendiri akan membimbing kita memasuki level pedang bermata dua yang memisahkan jiwa dan roh. “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita (Ibrani 4:12).

Mengapa firman?
Ini akhir zaman dan tanda pertama dari akhir zaman adalah penyesatan. Penyesatan di mulai dari ajaran dan firman Tuhan yang dibelokkan. Herannya, justru yang aneh-aneh makin bermunculan  belakangan ini dan orang-orang malah lebih banyak mengejarnya. Penyesatan sedang terjadi. Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang (Matius 24:4-5). Kalau kita tidak kuat-kuat di dalam firman, maka menjelang kedatangan-Nya yang kedua, kita bukan bagian dari orang yang bersiap menyongsongnya melainkan bergabung dengan kelompok orang-orang yang telah disesatkan ! Hati-hatilah terhadap fenomena-fenomena dan lebih baik berakar dengan kuat pada firman. Ibarat hujan, pencurahan kuasa firman akan semakin menjadi-jadi sepanjang tahun ini.

Manifestasi 7 Roh Allah
Yang tidak banyak disinggung adalah simbologi menurut akar Ibrani dan teologi Yahudi (karena biasanya kita hanya copy paste ide dan tulisan orang lain dari internet tanpa berusaha menggali yang sebenarnya). Teologi Ibrani sangat kental dengan angka. Kita harus mempelajarinya sungguh-sungguh dengan menggunakan “kacamata” akar Ibrani supaya mendapatkan pengertian yang tepat. Seorang Rabi Yahudi bernama Rabbi Michael L. Munk baru baru ini menerbitkan bukunya berjudul The Wisdom in the Hebrew Alphabet. Rabbi ini menjelaskan bahwa kata dan angka Zayin/7 menjadi simbol terhadap tiga hal: Roh (spirit); Rejeki atau berkat (sustenance); Perjuangan (struggle)

Penekanannya adalah pada Roh (spirit). Ayin Zain adalah tahun kehadiran Allah Israel sebagai penjaga. Manifestasi Roh Allah akan sangat kuat dimana-mana, mengiringi setiap pemberitaan firman-Nya oleh hamba-hamba-Nya.

Sama seperti Menorah di dalam ruang Kudus yang harus menyala 24 jam dan tidak boleh mati. Di dalam KJV, semua perabotan di dalam kemah dan ruang kudus disebut sebagai benda “it” tetapi khusus Menorah, dipergunakan kata “his” yang menjelaskan sesuatu yang hidup dan bergender. Itu adalah Tuhan, penjaga Israel sendiri. Di tahun ini, Allah penjaga Israel itu akan bermanifestasi di dalam seluruh aspek hidup kita ! Tujuh cabang menyala sekaligus dengan terang yang terkuat. Maka, carilah dan milikilah menorah di dalam kehidupan anda. Menorah adalah tiang lampu (candle stick) yang dibuat dari emas murni dan menurut blue print Allah. Tiang lampu ini punya 7 cabang dan setiap cabang mewakili satu sumbu nyala api. Disitu ada 7 cabang dan 7 sumbu dan artinya 7 nyala. Satu-satunya sumber cahaya di dalam ruang kudus adalah cahaya menorah. Triple 7 mewakili kehadiran 3 menorah dengan cahaya yang lebih kuat intensitasnya dan jangkauan terang yang lebih luas.

Dimana-mana, Roh Allah dilambangkan dengan lidah api. Pada waktu Roh Kudus turun di hari Pentakosta, dia serupa lidah-lidah api di atas kepala murid-murid. Dan kita mengerti bahwa dimana ada Roh Allah, disitu ada pembebasan. Kuasa dinyatakan dengan kuat dan hebat. Mujizat mengalir dengan deras dan kencang. Lawatan demi lawatan terjadi. Kebangunan Rohani akan makin kuat intensitasnya. 5777 yang dikaitkan sebagai menorah mewakili 7 nyala api menorah mewakili 7 Roh Allah seperti dinubuatkan Yesaya. Manifetasi ke-tujuh Roh itu akan dinyatakan di dalam hidup orang-orang percaya dan gereja-Nya. Ketujuh roh itu adalah (1) Roh TUHAN akan ada padanya, (2) roh hikmat (3) dan pengertian, (4) roh nasihat (5) dan keperkasaan, (6) roh pengenalan (7) dan takut akan TUHAN (Yesaya 11:2).

Gereja sedang dipersiapkan untuk tahap final. Orang-orang Kristen sedang di arahkan ke situasi terakhir. Semua mengarah ke satu titik, kedatangan-Nya yang kedua. Ini semua butuh perjuangan yang berat tetapi akan mudah dilakukan bersama Tuhan. Tentu saja berkatNya akan melimpah dengan kuat bagi orang-orang yang berada di dalam kegerakan ini.

Raja di atas Segala Raja
Ayin Zain adalah tahun di mana Tuhan hadir dan dimahkotai sebagai Raja di atas segala raja. Bukan kita yang menerima mahkota itu (sebagaimana umumnya ditafsirkan). Mahkota itu milik Tuhan dan menyatakan pemerintahan-Nya atas dunia dan kehidupan. Tanda mahkota di atas angka 7 hanya bentuk penulisan indah seperti kita menulis kaligrafi ! Aslinya, tidak ada tanda itu secara pictorial letter apalagi dalam bentuk modern. Jadi tangan ditafsir-tafirkan. Ada atau tidak ada mahkota, tidak mengubah arti dari zayin. 7 menyatakan kehadiran Tuhan dengan mahkota keagunganNya.

Semarang, Oktober 2016
L’shanah Thovah
Tuhan Yesus memberkati


Ps. Sonny Zaluchu (081325854343)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar