Postingan

Menampilkan postingan dari 2009

HATH CAST MORE IN, THAN ALL

Apakah yang kita pikirakan untuk sebuah pemberian terbanyak? Jumlah yang besar adalah jawaban yang lazim kita dengar. Bahkan, seperti itulah yang juga ada dalam pikiran kita, bagian dari tindakan kita. Pemberian dengan nominal terbesar adalah sebuah pemberian terbaik. Tidak ada orang yang tidak senang menerima sesuatu dari orang lain, terlebih jika menerimanya dalam jumlah yang banyak. Semakin besar besar pemberian itu semakin disebut terbanyak, semakin setiap orang bersukacita menyambutnya. Tidak ada orang yang tidak senang diberi dalam jumlah terbanyak dalam hal berkat materi. Tetapi tidakkah kita sadar, pandangan demikian telah menghambat satu tindakan di dalam diri kita yang menyenangkan hati Tuhan, bahwa terlalu berbahagia memberi daripada menerima? Banyak orang terhambat atau bahkan gagal memberi, karena mereka lebih senang menerima. Bukan hanya itu. Mereka juga gagal memberi karena merasa belum berkelimpahan. “Kebutuhanku saja belum tercukupi, mengapa harus memberikannya kepada

KKR Mahasiswa UNS Solo Sept 09

Gambar
Type rest of the post here

NATUR ALAMIAH VS PERINTAH TUHAN

Kita sering bertindak dengan natur alami kita yakni skill, ketrampilan, rasionalitas dan pengetahuan. Petrus pernah seperti itu. Dia adalah seorang nelayan yang berpengalaman dan punya jam terbang tinggi. Ketrampilannya menjala, telah membentuk natur alamiah di dalam dirinya untuk melihat tanda bintang di langit dan menemukan tempat strategis di dalam danau, yang dipenuhi ikan. Pengalaman telah membentuk pengetahuan di dalam dirinya, ia tahu kapan harus ke danau dan dimana harus menebar jala. Seringkali kita seperti itu. Bertindak dengan tuntunan natur alamiah, sebuah produk yang bibitnya sudah kian ada di dalam diri kita dan dipertajam melalui proses belajar atau sejumlah pengalaman. Tetapi persoalannya adalah, kekayaan pengalaman, pengetahuan, dan skill yang kita punya itu, seringkali bertentangan dengan arahan Tuhan. Petrus juga pernah mengalaminya benturan itu. Ketika semalam-malamnya ia bersusah payah menjala ikan dan pulang tanpa hasil, yang tersisa cuma kelelahan. Di titik itu,

FIRE GENERATION

Fire Generation (FG) adalah generasi akhir zaman yang memiliki panggilan khusus di dalam dirinya, berbeda dari generasi sebelumnya. Generasi ini punya kapasitas dan level rohani yang kuat dan merekalah seperti anak panah yang berada di tangan pahlawan itu. Kekuatan utama dari FG adalah destiny. Mereka bergerak dan melaju dengan percepatan karena Allah turut terlibat di dalam hidup mereka untuk mencapai tujuan. Destiny mereka ditetapkan oleh Allah untuk satu tujuan, membawa api kebangunan rohani dimanapun berada, di lingkup gereja, sosial, politik ataupun market place lainnya. Seperti Daniel yang memiliki roh yang luar biasa, FG punya roh yang menyala-nyala untuk melayani Tuhan di tempat dimana mereka berada. Hal itu terjadi karena mereka punya gaya hidup yang eksis di dalam hadirat Tuhan. Keberadaan mereka membawa dampak yang sangat nyata. Mereka membawa pengaruh positif, pertobatan dan atmosfir ilahi. Bahkan kehidupan menjadi ciri keberadaan mereka. Kekuatan firman sangat nyata di dal

GO UP TO THE NEXT LEVEL

Dari ujung bumi aku berseru kepada-Mu, karena hatiku lemah lesu; tuntunlah aku ke gunung batu yang terlalu tinggi bagiku. (Mazmur 61:3) Tuhan selalu rindu membawa anak-anakNya naik ke next level. Orang Kristen yang naik ke next level berarti mendapat promosi dari Tuhan untuk semakin luas pandangannya, semakin tinggi posisinya dan semakin mengerti apa sesungguhnya yang menjadi kehendak Tuhan dalam dirinya. Sama seperti seseorang yang berada di ketinggian melebihi orang lain yang sama-sama mendaki gunung, orang yang ada dipuncak lebih luas cara pandangnya dan sanggup melihat ke horizon. Demikian halnya dengan kehidupan rohani, siapapun yang berada di ketinggian, akan mampu melihat ada apa dibalik kenyataan yang ada; apakah perjalanan masih jauh, apakah tantangan masih belum berakhir; atau apakah sebentar lagi kita tiba di tujuan. Itu sebabnya, Tuhan tidak pernah mau kita stagnan (mandeg). Orang yang mengalami stagnasi rohani tidak akan mampu mengikuti kegerakan Allah untuk selalu naik ke

AKHIR ZAMAN 2012: BENARKAH?

Sebuah buku populer berjudul Apocalypse 2012 yang ditulis oleh Lawrence E. Joseph, seorang kolumnis, (dalam bahasa Indonesia diterbitkan oleh Gramedia dengan judul Kiamat 2012) seolah membangkitkan kembali diskusi tentang kiamat dan tanda-tanda akhir zaman di kalangan Kristiani. Termasuk pada hamba Tuhan, banyak mengutip buku ini sebagai sebuah kebenaran. Seorang ibu dalam konseling mengangkat topik ini seusai mengikuti ibadah sebuah gereja di Surabaya dan mengatakan bahwa hamba Tuhan yang berkhotbah mengingatkan, kiamat 2012 segera terjadi, “maka kita sebagai orang Kristen harus bersiap-siap”. Ini baru satu kasus. Hampir di banyak gereja, tema kiamat 2012 seolah menyita kembali perhatian kita soal akhir zaman. Sebetulnya buku ini biasa saja. Tidak ada yang istimewa. Tetapi berhubung tema yang diusungnya mengangkat persoalan yang kontroversial di kalangan Kristen karismatik, maka inilah yang membuatnya menjadi menarik. Orang lupa, bahwa sekalipun buku itu adalah hasil sebuah investigas

KKR "Bangkit Dari Stagnasi Rohani" Bandung, 4 Sept'09

Gambar

KKR Banyuwangi 24-26 September 2009

Gambar

FAITH FACTOR

Dua belas orang diutus untuk mencari informasi. Sama seperti orang zaman sekarang yang bertugas melakukan survey sebelum memasuki sebuah geografis tertentu. Bisa riset politik, pemasaran, ataupun kepentingan sosial. Melalui riset pendahuluan, kondisi dan situasi daerah yang menjadi sasaran atau menjadi target market, dapat terbaca. Betul. Riset akan memberikan banyak sekali informasi dan menolong kita menentukan langkah-langkah yang tepat untuk bertindak dengan hasil maksimal dan cara-cara yang efektif. Dua belas orang diutus mencari informasi mengenai tanah yang berlimpah susu dan madunya. Semua pulang membawa hasil bahkan dilengkapi dengan bukti hasil alam. Menariknya, sepuluh orang yang melakukan tugas itu kembali dengan pesimisme dengan mengatakan bahwa negeri itu tidak mungkin direbut karena dihuni oleh para raksasa dan punya tembok-tembok berkubu yang tinggi. Hanya dua orang yang menyampaikan perihal berbeda. Keduanya optimis bahwa kota Kanaan dapat ditaklukan dengan pertolongan

KOMUNIKASI: KUNCI HARMONISASI DALAM KELUARGA

Artikel ini adalah bahan Seminar Keluarga oleh Sonny dan Yosy ZALUCHU dan bahan pelayanan Radio rubrik Keluarga Bahagia di 94.9 GoodNews FM. Pernahkah anda mengalami konflik antar suami isteri karena susah atau tidak bulat mengambil keputusan? Atau tidak berada di dalam satu titik temu menghadapi masalah anak, saudara, persoalan keuangan, pekerjaan atau tantangan hidup? Atau tiba-tiba pasangan anda bersikap keras, negatif atau penuh amarah bahkan salah paham terhadap anda? Komunikasi adalah satu hal yang sangat penting di dalam memelihara keharmonisan keluarga. Banyak masalah dapat muncul di dalam sebuah perkawinan karena terjadi kemacetan komunikasi terutama antar-pasangan. Komunikasi yang macet akan membuat segala tujuan di dalam keluarga tersebut gagal tercapai. Karena setiap pihak akan melakukan tindakannya sendiri-sendiri tanpa mempedulikan kepentingan atau keterlibatan pasangannya. Apabila terjadi seperti ini, maka suasana di dalam keluarga menjadi tidak kondusif ke arah yang seh

Sebagian Komentar atas Buku BANGKIT DARI STAGNASI ROHANI

Pdt. Petrus Agung Gembala Senior JKI Injil Kerajaan Semarang Tiap orang yang mengalami kelahiran baru akan mengerti apa artinya memiliki gelora dan cinta kepada Yesusnya. Ini bukan pengalaman di alam analisa atau intelek kita, tetapi ini pengalaman batiniah. Kobaran cinta kepada Yesus itulah suatu first love / kasih yang mula-mula. Tetapi waktu berjalan, tanpa sadar begitu banyak yang sudah kehilangan itu dalam hidupnya. Kekristenan kita menjadi kekristenan penuh dengan intelek, aturan, dogma, dan kebiasaan belaka. Lalu semuanya jadi hambar, tanpa gelora, tanpa makna. Disitulah orang menjerit butuh lagi yang namanya Personal Revival. Sebab segala yang dibuat tanpa cinta pada hakekatnya akan jadi suatu kewajiban dengan beban yang makin memberatkan. Pastor Moody Ratu Gembala GPdI-IPRF USA, Los Angeles Buku ini bagus sekali, dan praktis di simak karena sangat relavan dengan keadaan pertumbuhan iman kita dan pertumbuhan gerja sekarang ini. Tidak sedikit yang terjaring di hari-hari ini a

DAN REVIVALPUN TERJADI

(diambil dari Bab-6 buku BANGKIT DARI STAGNASI ROHANI) Mampu meng-create atmosfer Ilahi adalah salah satu ciri orang yang mengalami breakthrough. Dimana Elisa pergi, disana mujizat terjadi. Dimana Musa berada di sana penyertaan Allah menjadi nyata. Bagaimana dengan saya? Pandangan Ruth Heflin sangat bagus menjelaskan manifestasi tersebut. Di dalam bukunya berjudul Glory – Experiencing the Atmosphere of Heaven, Heflin membahas adanya korelasi positif antara manifetasi Roh Kudus (yang disebutnya dengan awan kemuliaan Allah) dengan aktifitas pujian dan penyembahan yang dilakukan oleh orang-orang percaya. Menurut Heflin, pujian dan penyembahan, mampu menarik turun kemuliaan Allah. Pada saat kemuliaan itu turun, maka terjadilah manifestasi Roh Kudus. Saya suka kalimatnya berikut ini. Prasie until the spirit of worship comes, worship until the glory comes, then stand in the glory! Alkitab kita sendiri menjelaskan bahwa ada saat-saat dimana kemuliaan Allah turun di kemah pertemuan dan orang-o

VIA DOLOROSA: JALAN PENDERITAAN

Artikel ini sudah dimuat di Suara Merdeka Newspaper, Minggu 26 April 2009 http://gaya.suaramerdeka.com/index.php?id=497 Ketika awalnya berada di tempat ini, saya sempat aneh menyaksikan beberapa peziarah berlomba menyewa salib dan mencoba melakukan napak tilas menelusuri jalan salib mulai dari stasiun pertama hingga ke Golgota. Di sana ada persewaan Salib yang besar untuk rombongan dan yang kecil untuk dipanggul sendiri. Berbagai hal berkecamuk di dalam pikiran saya. Antara mengikuti rombongan ziarah manca negara atau tidak; antara ikut memikul salib atau memilih jalan kaki saja sendirian. Dan saya berada di sana, tepat ditempat dimana Yesus berdiri menerima keputusan Pilatus untuk menyalibkan-Nya. Saya membuka Alkitab dan mencoba mencari kebenarannya. Ingatan saya terbawa ke peristiwa ribuan tahun silam. Di tempat dimana saya berdiri adalah bekas Praetorium, markas besar tentara di zaman Romawi yang persis berada di sebelah istana Pontius Pilatus, pemimpin para tentara itu. Ratusan or

AYUB: KESALEHAN YANG HAMPIR TERGOYAHKAN

Ayub, satu sosok di dalam Alkitab yang lazim kita kenal dengan penderitaan, lebih tepatnya, penderitaan karena Allah. Kita lupa, bahwa ada satu sisi lain yang jarang tersentuh, akibat perhatian yang terlalu fokus pada ‘penderitaan’ yang dialami Ayub. Sisi itu adalah kualitas karakternya yang tahan uji sebagai seorang benar, baik itu di hadapan manusia dan terlebih di hadapan Tuhan. Oleh sebab itu, setiap kali teologi tentang Ayub ini di bawa ke satu sisi secara ekstrim, yakni penderitaan, saya tidak mau menariknya ke ekstrim yang berlawanan yakni kebahagiaan, melainkan menempatkannya pada porsi yang seharusnya dimana ia berada sebagai satu sosok orang yang kualitas karakternya telah teruji di dengan baik, pertama melalui jalan kebahagiaan (yang di tandai dengan kepemilikan harta benda, keluarga yang shakinah dan hidup bahagia selamanya) dan kedua melalui jalan penderitaan (yang ditandai dengan kehilangan besar terhadap seluruh anggota keluarga, sahabat bahkan harta yang dengan susah pa

A NEW HIDDEN WINE

Ada salah satu bagian di dalam Bible yang menulis begini. Tepatnya di dalam Amos 9:13, "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman TUHAN, " bahwa pembajak akan tepat menyusul penuai dan pengirik buah anggur penabur benih; gunung-gunung akan meniriskan anggur baru dan segala bukit akan kebanjiran .” Saya sangat menyukai istilah "anggur baru" yang di dalam arti sesunguhnya, bukanlah anggur yang baru diproduksi (new wine) tetapi anggur yang baru dibuka, anggur yang sudah lama dibuat, tersimpan dan kemudian baru dibuka (new hidden wine). Tentu saja berbeda bukan? Sebuah anggur akan makin istimewa di dalam citarasa dan juga harga jika anggur itu semakin lama disimpan. Orang lebih senang menikmatinya ! Luar biasa Tuhan. Dia memberikan "anggur" seperti itu bagi kita. Banyak hal yang tersimpan lama di gudangNya. Entah itu berwujud kesembuhan, solusi, pertolongan, pemulihan, promosi, sukacita, hati yang baru atau sejumlah berkat lain; semua sebetuln