Jumat, Desember 30, 2016

REFLEKSI AKHIR TAHUN


Oleh: Ps. Dr. Sonny Zaluchu, M.Th
Gembala Senior JKI G2CC Graha Padma Semarang

KALI ini saya memakai istilah yang sedikit agak teknis. Kehidupan adalah sebuah sejarah, Melalui suatu titik acuan, sesungguhnya kita dapat menarik garis lurus ke belakang, melalui sebuah garis waktu. Catatan demi catatan masa lalu hingga tiba di masa sekarang, dapat dijumpai secara kronologis dan semua itu adalah faktor yang membentuk kehidupan yang saat ini ada. Usaha untuk kembali ke masa lalu, menelusuri jejak kehidupan secara kronologis itu di dalam dimensi waktu, disebut pendekatan diakronik. Pendekatan ini memanjang di dalam waktu tetapi terbatas di dalam ruang. Maka ada pendekatan kedua yang menutupi kekurangan itu, disebut sebagai pendekatan sinkronik. Pendekatan ini memperluas ruang dari sebuah peristiwa di waktu tertentu. Itu sebabnya, sikronik terbatas di dalam waktu tetapi sangat memberi tempat pada ruang. Di dalam pendekatan ini, segala hal menyangkut struktur di dalam ruang peristiwa, dapat diungkapkan dan dibeberkan. Kedua pendekatan ini adalah salah satu “pisau bedah” terbaik, untuk hidup kita, hidup yang dijalani selama tahun 2016 dan harapan untuk kehidupan lebih baik di tahun 2017. Mengingat realitas bahwa tidak ada satupun orang di dunia ini yang dapat memprediksi masa depannya, pendekatan ini akan menolong, setidaknya untuk membangun harapan bahwa di dalam Tuhan, hidup yang dijalani, akan lebih baik dari tahun sebelumnya.

HIDUP ADALAH PERJUANGAN
Kehidupan tidak berjalan tiba-tiba. Ia adalah sebuah sejarah bagi orang yang menjalaninya. Di dalam perjalanan searahnya melintasi garis waktu, ia berjuang menjalani hidupnya sedemikian rupa untuk mencapai kualitas yang lebih baik dan membuatnya berarti. Cara setiap orang berjuang tidak sama. Apalagi cara orang memaknai kehidupannya di dalam sejarah, sangat subjektif.  Secara dualistik, umumnya kita melihat dua ayunan bandul yang ekstrim. Orang berjuang untuk memerangi ketidakpercayaannya dengan kepercayaannya. Tidak pernah berhenti berjuang untuk memerangi kejahatan dengan kebaikan yang ada di dalam dirinya. Bahkan keberartian juga bermakna dualis. Keberartiannya dapat bermakna kerugian bagi orang lain. Menggeser setiap kutuk menjadi berkat adalah bagian tak terpisahkan yang sama berat perjuangannya untuk mempertahankan diri menjadi manusia bermoral di tengah tarikan amoralitas. Bahkan sisi sisi religius manusia selamanya akan berjuang menghadapi keduniawian. Intinya, hidup adalah perjuangan. Ke arah mana bandul perjuangan itu condong, bergantung dari keputusan-keputusan subjektif yang dihasilkan.

Dalam kacamata sejarah, manusia bisa melihat dirinya sebagai sebuah produk atau pelaku. Sebagai produk, manusia adalah bentukan sejarah. Pasif. Tetapi sebagai pelaku, manusia adalah pembentuk sejarah. Aktif. Di mata Tuhan, manusia adalah produk yang menjadi pelaku bagi sejarahnya sendiri! Tuhan hanya mau memastikan bahwa kehendak bebas di dalam dirinya, dapat membuat seseorang melenceng dari jalan yang seharusnya Tuhan rancang baginya. Itu sebabnya, karena masa depan milik Tuhan, dan manusia bukanlah Tuhan yang bisa merancang masa depan seenaknya, untuk sebuah kehidupan yang lebih baik, setiap orang harus menentukan sendiri titik dimana dia perlu berhenti sejenak dan melakukan refleksi. Disitulah pentingnya pendekatan diakronik dan sinkronik. Dari kedua pendekatan ini, manusia dapat mereposisi dirinya di dalam sejarah yang dilalui dan bahkan dibentuknya sendiri.

Sebagai sebuah perjuangan, pendekatan diakroni-sinkronik akan membuat orang bersyukur atas hidup yang telah dilaluinya selama ini. Sehebat apapun perjuangan yang dilalui, harga yang harus dibayar dan segala macam penderitaan dan tantangan yang menyertai, akhirnya masih berdiri kokoh di penghujung tahun, untuk bersiap melangkah di tahun berikutnya. Bukankah ini adalah anugerah?

HIDUP ADALAH KESEMPATAN
Melalui pendekatan diakronik, seseorang dapat menelusuri kembali kehidupannya di masa lalu untuk mencari jawaban, mengapa hidupnya “seperti ini” sekarang. Di dalam penelusuran ini ada titik titik penting yang secara radikal membawa perubahan dalam hidup. Titik yang menentukan secara kritis atau sebab akibat keberadaan saat ini. Titik itu adalah sebuah process item, yang tidak dapat diubah lagi dan setiap orang hanya bisa menyesali sikapnya yang salah ketika melalui titik tersebut karena respon yang tidak benar. Sebaliknya, sebuah process item di dalam kronologis kehidupan, dapat membangkitkan harapan dan rasa syukur, bahwa semua itu telah dilalui dengan baik dan keputusan yang tepat sebagaimana mestinya.

Menemukan titik titik penting yang menjadi process item itu akan menuntun ke langkah berikutnya untuk membuka ruang di titik tersebut, menelaah hingga ke detil struktur di dalam peristiwa yang mengubah hidup itu. Tujuannya untuk menemukan jawaban: mengapa ! Disitulah kemudian diperlukan pendekatan sinkronik. Semua mengarah pada satu konsep: evaluasi diri. Orang tidak akan pernah berhasil menyiapkan masa depan tanpa melakukan evaluasi diri. Melalui dua pendekatan yang telah disinggung sebelumnya, evaluasi akan menghasilkan dua hal. Pertama, kesalahan masa lalu yang perlu diperbaiki; Dan kedua, kebaikan atau keberhasilan masa lalu yang harus dipertahankan atau ditingkatkan di masa depan.

Tidak kebetulan kalau hari ini kita tiba di hari terakhir tahun 2016, di hari yang ke 366. Biasanya cuma 365 hari. Tapi kali ini Tuhan sepertinya menggunakan tahun kabisat untuk menambahkan satu hari lagi bagi kehidupan kita. Ini bukan sekedar pengulangan empat tahun. Juga bukan kebetulan. Tuhan sedang bicara tentang kesempatan. Bayangkan kalau anda ditentukan mati hari ini tetapi Tuhan memberi kesempatan satu hari lagi untuk hidup, siapapun pasti akan menggunakannya untuk hal-hal berharga dan terbaik pada kesempatan yang Tuhan berikan itu. Maka, selama ada kesempatan bagi kita, gunakanlah itu dengan penuh rasa syukur dan bertanggung jawab di hadapan Tuhan. Jika tidak, Tuhan akan membawa anda di satu titik dimana anda memohon mohon diberikan kesempatan lagi tetapi pintu sudah tertutup !

HIDUP ADALAH PILIHAN
Hidup adalah pilihan dari satu process item ke process item berikutnya. Zig Ziglar menulis sebuah quote sebagai berikut: “Anda bebas memilih, namun pilihan yang Anda pilih hari ini akan menentukan apa yang akan Anda miliki, akan jadi apa Anda nanti, dan apa yang akan Anda lakukan pada masa depan Anda”. Evaluasi akan mendorong manusia untuk memilih. Sebagaimana quote tersebut, dengan kehendak bebas di dalam dirinya, manusia berhak memilih apapun yang menurutnya terbaik bagi hidupnya. Persoalannya adalah, harapan masa depan manusia seringkali lebih suram daripada kehidupan yang telah ia jalani. Mengapa? Ada beberap alasanya.

Pertama, manusia tidak belajar dari kehidupan yang telah ia jalani. Orang seperti ini disebut “tidak kapok” dengan pelanggaran dan konsekuensi yang pernah dirasakan akibat pilihan yang salah. Kedua, manusia menjalani hidupnya tanpa arah. Hal semacam ini hanya akan menghasilkan manusia petualang yang hidup bergentayangan di dalam garis waktu. Ketiga, faktor kepentingan. Apabila sudah bicara tentang hal ini, bahkan integritas, aspek moral, kebenaran dapat diputarbalikkan demi terwujudnya kepentingan tersebut. Kalau perlu bangunan yang sudah kokoh berdiri dihancurkan asalkan apa yang diinginkan itu terwujud.

Di penghujung tahun ini ada baiknya kita merenung, apalah pilihna pilihan yang dibuat selama 366 hari sudah selaras dengan kehendak Tuhan atau tidak? Apa yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya? Buatlah pilihan terbaik dalam beberapa jam ini, sebelum lonceng pergantian waktu berdentang tengah malam. Jangan sampai memasuki tahun 2017 dengan pilihan pilihan yang salah seperti tahun sebelumnya.

Happy New Year 2017.
Selamat memasuki perjuangan, kesempatan dan pilihan yang baru bersama Tuhan.
+6281325854343 ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar