Minggu, September 11, 2011

KESAKSIAN HOLYLAND 28 Agustus - 08 September 2011


Perjalanan ke Holyland kali ini sungguh luar biasa. Dari berkali-kali memimpin rombongan ke sana, ini rombongan pertama yang hampir semua pesertanya adalah anggota keluarga. Itulah
sebabnya saya memilih tema perjalanan kali ini Jerusalem Blessing's seperti yang ada di dalam Mazmur 128; sebuah berkat yang langsung datang dari Sion, kota dan tahta Allah bagi keluarga karena di dalam keluarga itu, ada laki-laki yang takut akan Tuhan. Tema tersebut ternyata memiliki dampak. Pasangan yang ikut di dalam tour mengalami pemulihan dan pembaharuan janji nikah di Chapel Cana, tempat dimana dulu Yesus mengubah air menjadi anggur dalam sebuah perkawinan. Tentu saja selepas acara itu, rombongan mencoba mencicipi nikmatnya anggur Kana yang terkenal itu sembari membeli beberapa botol untuk dibawa pulang ke Indonesia. Memang tidak gampang mengatur rombongan besar keluarga yang terdiri dari 41 orang dalam group kali ini. Tetapi berkat kerjasama dengan Panorama Tour yang mengoperatori perjalanan, semua berjalan lancar dan apa yang diperlukan peserta semuanya terpenuhi. Group ini semakin riuh dengan hadirnya kelompok anak-anak sehingga selalu ada sukacita selama perjalanan yang tentu saja melelahkan. Kesaksian anak-anak lebih luar biasa lagi. Mereka mengalami jamahan Tuhan di berbagai tempat dimana Yesus pernah melakukan mujizatNya.

Hal yang paling indah adalah membawa peserta mengalami perjumpaan dengan Tuhan di setiap tempat yang dikunjungi. Mulai dari Tiberias, menyusuri rute pelayanan Yesus di wilayah Galilea, hingga ke Jerusalem dan sekitarnya. Setelah TL lokal memberikan penjelasan mengenai kesejarahan tempat tersebut, maka selaku pembimbing rohani, saya membawa peserta mengalami situasi Alkitab di tempat-tempat itu melalui penjelasan firman, refleksi dan doa pribadi yang sesuai dengan peristiwa di tempat yang dikunjungi. Banyak lawatan terjadi, perjumpaan dengan Tuhan dan pemulihan, baik di kalangan orang tua maupun anak-anak. Rasanya tidak ingin segera beranjak meninggalkan tempat-tempat tersebut dan betah berlama-lama disana. Seolah-olah, apa yang selama ini dibaca di dalam Alkitab, menjadi hidup karena kami semua ada ditempat yang disebutkan itu.

Tuhan juga membuktikan kehadirannya. Sewaktu pertama kali memasuki kota Jordania, bus yang kami tumpangi dituntun oleh sebuah tiang awan vertikal yang menjulang tinggi ke langit Jordania dan baru menghilang setelah kami memasuki Israel. Rasanya seperti itulah dulu bangsa Israel dituntun Tuhan memasuki tanah Kanaan melalui tiang awan dan tiang api-Nya. Kami mengimani itu sebagai perjalanan menerima berkat tanah perjanjian, sebuah negeri yang berlimpah susu dan madunya. Memang aneh. Langit biru terlihat cerah dan tidak berawan. Tiba-tiba saja muncul satu tiang awan menjulang vertikal ke langit di depan bus dan terekam dengan kamera. Saya ingat janji Tuhan pada Musa yang meminta penyertaanNya di padang gurun, "My presence will go with you!". Itulah yang juga kami alami. Fotonya seperti gambar di bawah ini.


Tidak berhenti sampai disitu, hal yang ajaib terulang kembali di Jerusalem, tepatnya di loteng Yerusalem saat kami memasukinya tanggal 3 September sore. Loteng Yerusalem adalah tempat dimana Yesus mengadakan perjamuan terakhir (The Last Supper Room) dan tempat murid-murid menerima Roh Kudus di hari Pentakosta (Kisah Para Rasul 2). Kami rombongan terakhir yang naik ke loteng itu. Setelah sebuah group berdoa dan meninggalkan ruangan, kami-pun segera berdoa di tempat dimana 120 orang menerima 120 lidah api di hari Pentakosta. Jujur, bertahun-tahun saya mendoakan pengalaman pentakosta itu terjadi di dalam pelayanan saya. Saya merindukan bahwa kalau dulu Tuhan bisa memperlihatkan api Roh Kudus itu, maka sekarangpun Tuhan akan mampu lakukan itu. Sore itu saya khotbah bahwa, "Satu lidah api turun ke atas kepala setiap orang di dalam ruang itu. Tuhan tidak berubah dan hari ini Diapun mampu melakukan hal yang sama. Kuasa Roh Kdus menjadi bagian dan milik kita." Beberapa dari kami ada yang foto-foto sementara yang lain berkumpul dan berdoa. Tiba-tiba, kuasa Roh Kudus yang ada di tempat itu Roh Kudus turun dan menyambar setiap orang yang berdoa di ruangan itu. Ibu Wilhelmina dari Semarang bahkan mengeluarkan bahasa Ibrani dari mulutnya dan tidak bisa berhenti berkata-kata. Isteri saya berdoa tak kunjung putus dalam intensitas yang makin meningkat tanpa dapat dihentikan dengan bahasa yang aneh seperti bahasa sebuah suku di Afrika. Selesai mendoakan mereka saya berdoa untuk Amadea, anak dari dr Purnomo Semarang yang pas berada di dekat saya dan seketika dia dipenuhi Roh Kudus dan mengalami baptisan Roh. Mulutnya berbahasa roh dengan seketika. Tiga orang pendeta yang ikut rombongan secara bergiliran saya doakan. Tiba giliran Pdt. Handoyo Liem dari GPdI Kasih Karunia Semarang, seorang peserta merekam menggunakan kamera peristiwa itu. Dengan pelan saya menyentuh telapak tangan Pdt. Handoyo dan meminta urapan khusus turun atasnya sehingga pelayanannya berdampak. Kelak sepulang dari tempat tersebut Pdt. Handoto bersaksi bahwa tangannya seperti disetrum dan dialiri aliran listrik dan panas yang memenuhi seluruh tubuhnya. Amadea juga bersaksi bahwa saat mendoakannya, seluruh wajahnya terasa panas.

Hari sudah mulai gelap. Ruangan juga terlihat gelap. Maka peristiwa itu difoto menggunakan slow speed pada ISO 800. Setelah selesai hasilnya sangat mengejutkan. Tubuh Pdt. Handoyo yang sedang saya doakan, seperti hilang ditelan api Roh Kudus yang sangat besar. Hanya bagian kakinya saja yang masih terlihat samar. Lebih aneh lagi, di bagian wajah saya yang sedang mendoakannya, terdapat siluet putih berbentuk dua ekor burung merpati (lambang Roh Allah) sedang terbang dan memenuhi muka saya. Luar biasa. Apa yang saya doakan bertahun-tahun terwujud sore itu. Hadirat Allah sangat kuat dan menjamah kami semua di atas loteng tersebut. Saya jadi ingat peristiwa Pentakosta dan kerinduan hati saya bertahun-tahun dalam pelayanan ke Israel, inilah yang selama ini saya tunggu-tunggu dan doakan. Api Roh Kudus itu nyata, melawat dan terlihat bahkan terekam. Kuasa Tuhan dapat dirasakan secara fisik ! Hasilnya dapat diamati pada foto di bawah ini dan dapat dibandingkan dengan foto sebelahnya yang diambil menggunakan flash. Saya tidak membayangkan seperti apa ketika 120 orang di atas loteng itu menerima Roh Kudus. Baru sejumlah orang yang berdoa saja, suasana surga sudah terasa. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan.....


Sesampai di Mesir, Tuhan taruh beban khusus untuk berdoa bagi negara yang sedang mengalami banyak pergumulan ini. Dalam doa, Tuhan menyingkapkan ada satu bahaya yang perlu diwaspadai selama berada di sana. Saya terus bersyafaat minta perlindungan Tuhan. Kami memasuki Mesir tanggal 6 September dan meninggalkan tgl 7 September (siang). Selama dua hari di Mesir, saya selalu mengajak peserta untuk perjalanan dan keamanan kami sendiri. Dan sungguh terbukti perlindunganNya. Tanggal 9-10 tercetus demonstrasi di Mesir yang menghancurkan kedubes Israel dan kantor polisi di Giza tepat di jalur yang kami lalui dua hari sebelumnya. Pantas saja, sewaktu meninggalkan Mesir, bandara Cairo penuh sesak dengan orang-orang yang keluar negara itu. Sehari setelah kami terbang pulang, kekacauan dan kerusuhan kembali terjadi di sana. Tuhan meluputkan kami !

Berkali-kali ke Holyland, tetap saja kali ini berbeda. Mengapa? Atas kemurahan Tuhan, saya dapatmengajak isteri dan ketiga anak kami ikut berziarah di tanah suci. Ini termasuk kado istimewa secara khusus bagi saya dan isteri karena tgl 31 Agustus kami merayakan ulang tahun pernikahan yang ke 15 dan itu adalah saat dimana kami memasuki tanah perjanjian dari Yordan, dituntun olah Tuhan sendiri dengan tiang awanNya! Kami menerima berkat kemurahan yang luar biasa di dalam keluarga dan sangat percaya bahwa Jerusalem Blessing's itu telah menjadi bagian kami sebagai keluarga hamba Tuhan yang dikirim ke sana.

Terima kasih Tuhan. Biarlah semua pengalaman rohani ini dapat membuat kami pribadi dan seluruh rombongan yang ikut, membangun hubungan yang semakin erat dengan Tuhan dan dewasa di dalam kerohanian serta menjadi pribadi yang semakin serupa dengan Dia. Mandat telah diberikan dan kami terima sewaktu berada di atas puncak Sina'i. Mulailah anda berdoa. Pergi ke Holyland bukan karena anda sehat atau anda mampu ataupun punya waktu. Itu karena ijin Tuhan. Doakan agar anda berkesempatan ke sana dengan caraNya. Dalam group kali ini, dari 41 peserta, ada tiga HT yang ikut karena dibiayai orang. Ada satu ibu yang menang undian. Itu bukti bahwa Tuhan punya cara untuk menjawab setiap kerinduan hati anak-anakNya. Maka, saya tunggu keikutsertaan anda dalam perjalanan group saya berikutnya tgl 17-27 Nopember 2011 (11 hari) dan kali ini dapat ijin untuk memasuki Dome of The Rock, mesjid kubah emas yang dibangun di atas batu tempat Abraham mempersembahkan Ishak pada Tuhan. Info lengkapnya dapat dilihat di bagian lain blog ini. Juga ada bonus ke Petra, masuk tunnel, holy hour di Getsemani dan menginap 1 malam di dead sea. Tuhan memberkati. (Sonny - 081.32.585.4343)

Terima kasih untuk keluarga dr. Purnomo SpOG Semarang, keluarga dr Rupii SpAnestesi Semarang, keluarga drg. Liliek Sri Redjeki Parakan, keluarga Bapak Eko Semarang, keluarga Bapak Wanta Bogor, keluarga Bapak Boedi Kasno Surabaya, keluarga Bapak Herman Jakarta, dan seluruh partisipan lain dalam tour kali ini.




2 komentar:

  1. Sungguh amat diberkati lewat sharing pengalaman Om Sonny di Israel. Pengalaman yang sungguh luar biasa!

    BalasHapus
  2. Iya Om, kalo udah bisa bahasa Roh dan kalo terus dikembangin bisa dapet penglihatan, juga bisa bernubuat, bisa bermazmur (y)

    BalasHapus