Jumat, Februari 15, 2013

MAKHPELA


Bertahun-tahun aku mengira bahwa Rachel adalah cinta sejati Yakub, sehingga laki-laki pelarian ini rela bekerja pada sang paman selama 14 tahun untuk menebus cintanya itu. Akan tetapi semua pandanganku itu berubah ketika membaca kisah cinta Yakub dan perjalanan hidupnya, sewaktu berada di makamnya di Gua Makhpela, di Hebron. Dari dua isteri dan dua hamba perempuan yang juga melahirkan anak baginya, hanya Lea yang ikut dikubur bersamanya dalam kuburan keluarga. Walaupun Rachel telah meninggal lebih dahulu, tulan-tulangnya dapat saja dipindah dari Efrata ke Hebron. Tapi Yakub tidak melakukan itu. Lea mendapat tempat terhormat disisi suami, yang sangat ia cintai tetapi pernah menolak dirinya karena Rachel, perempuan cantik itu. Di gua ini Tuhan bicara padaku tentang apa yang dilihat mata. Sama seperti Yakub melihat Rachel pertama kali dan membuatnya jatuh cinta. Kecantikan fisik memang indah. Tetapi hati yang cantik, itu yang jauh lebih utama. Yakub melihat Rachel secara fisik tetapi akhirnya dia kembali kepada Lea, isteri pertamanya. Setelah namanya diubah jadi Israel, cara pandangnya berbeda. Yakub melihat Rachel tetapi Israel melihat Lea. Bahkan dari rahim wanita inilah silsilah Yesus ditetapkan. Darisini aku mengerti bahwa Allah turut campur tangan menetapkan Lea menjadi isteri Yakub yang pertama. Mataku melihat tempat mereka berdua dimakamkan. Yakub disisi yang satu dan Lea di sisi lainnya. Berdampingan. Pada akhirnya, betapa beruntungnya Lea. Di tempat itu aku berdoa, “Tuhan….berikan kepadaku hati seperti Yakub setelah dia diubah jadi Israel, agar aku melakukan segala hal dalam rencanamu dan bukan karena kedaginganku.” Sayup-sayup, dari lidah seorang Israel yang sedang duduk disitu berdoa bahasa Ibrani, aku mendengar perkataan berkat dan diam-diam mengamini itu menjadi bagianku. “Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi dan gandum serta anggur berlimpah-limpah. Bangsa-bangsa akan takluk kepadamu, dan suku-suku bangsa akan sujud kepadamu; jadilah tuan atas saudara-saudaramu, dan anak-anak ibumu akan sujud kepadamu. Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, diberkatilah ia.” Aku tersenyum. Itu berkat Yakub!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar