Sabtu, Oktober 31, 2015

PROPHETIC INSIGHT TAHUN AYIN VAV 5776


Ps. Dr. Sonny Eli Zaluchu
Gembala Senior City Blessing Church G2CC Graha Padma Semarang
Menulis buku: Holyland – Jejak Kaki Tuhan di Tanah Suci
Sedang melakukan studi Hebrew Roots of Christianity.

Pendahuluan
Bagi bangsa Israel, angka bukanlah sekedar angka. Terdapat pengertian dan nama dibalik sebuah angka tertentu. Tahun baru 5776 dinamakan tahun Ayin Vav, yang berasal dari angka 70 (Ayin) dan angka 6 (Vav). Penjelasan lengkap tentang pewahyuan ini dapat dibaca dalam bab Secrets of the Hebrew Alphabet and Words dari buku Breaking the Jewish Code yang ditulis oleh Perry Stone (FloridaL: Charisma House, 2009, p.35-58). Berdasarkan nama itulah, dirumuskan arti profetik dari nama sebuah tahun yang sedang dimasuki dan akan dijalani. Makna ini akan menjadi berkat dan penuntun profetik bagi orang-orang percaya.

Ayin (70)
Kita sudah mengerti bahwa kata Ayin artinya mata. Ini berbicara tentang sesuatu yang mengawasi, mengamat-amati dan melihat-lihat. Pengertiannya secara rohani merujuk pada kalimat yang dituliskan Mazmur bahwa mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik (Amsal 15:3).  Dalam Hebrew Bible dijelaskan sangat deskriptif bahwa The eyes of יהוה are in every place, Watching the evil and the good. Artinya tidak ada tempat dimana Tuhan tidak tahu dan tidak ada tempat yang tersembunyi dari pengawasan mata Tuhan. Di neraka sekalipun, Tuhan melihat apa yang terjadi di sana, apalagi di tempat manapun di muka bumi, termasuk di dalam hati manusia dimana hanya manusia itu sendiri yang tahu.

Tetapi kata Ayin juga memberikan penekanan. Selain mengawasi setiap orang dan perilaku mereka, Tuhan memusatkan perhatiannya pada orang-orang yang takut akan Dia. Terhadap hal ini, Pemazmur mengatakan bahwa sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya (Mazmur 33:18). Ketika ‘mata Tuhan’ tertuju kepada orang yang takut kepada-Nya, maka Tuhan tidak akan pernah membiarkan orang itu. Tuhan menjaga-Nya di setiap jalannya. Ini berbicara tentang penyertaan Tuhan yang selalu ada dan pemeliharaan-Nya yang nyata. Dia selalu menyediakan apa yang dibutuhkan  dan menjauhkan dari hal-hal jahat. Darimana kita mengetahuinya? Ayat selanjutnya dari Mazmur 33:19 menjadi jawabannya. Tuhan melepaskan jiwa orang-orang yang takut kepada-Nya dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan. Luar biasa bukan? Hebrew Bible menulis to deliver their being from death, And to keep them alive during scarcity of food. Artinya, orang yang berada di dalam pandangan mata Tuhan, berada di dalam proteksi Tuhan, baik jiwanya, maupun kebutuhan-kebutuhan materialnya di dalam menjalani hidup.

Vav (6)
Dalam The Ancient Hebrew Lexicon of the Bible dijelaskan bahwa kata VAV diterjemahkan sama dan atau ditulis sama dengan kata WAW, berasal dari kata Semit. Kata itu dalam bentuk piktograf digambarkan berbentuk Y yang menjelaskan bentuk sebuah pasak dari kayu, yang umum dipergunakan untuk mengikat tali pada tenda. Juga di dalam pengertian modern, VAV artinya "pasak" atau "hook" dan juga diterjemahkan sebagai sebuah kait, agar kuat dan kokoh sehingga sesuatu menjadi aman. Dengan demikian, sebuah pengait adalah penghubung (connection) antara sesuatu yang diikat dengan tambatan dari ikatan tersebut. Penghubung ini menjadi kunci yang membuat sebuah hubungan tetap terikat kuat, kokoh dan aman. Tali yang digunakan untuk mengikat, karena keberadaan pengait, menjadi tidak ‘terpeleset’ sehingga berakibat longgarnya ikatan. Pengait ataupun pasak, memiliki fungsi yang sangat penting.

Kata VAV dalam kaitannya sebagai connection pertama kali disebut justru di dalam Kejadian 1:1. Itu adalah ayat pertama dari firman Tuhan sendiri yang menjelaskan tindakan Allah yang pertama-tama dicatat. Disitulah dikatakan, “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” (Kejadian 1:1). Membaca kalimat ini dalam pemahaman umum, memberikan informasi bahwa langit dan bumi adalah tindakan mula-mula Tuhan dalam mengawali karya-Nya terhadap semesta. Dalam Hebrew Bible dideskripsikan lebih jelas bahwa Tuhan pertama-tama melakukan pemisahan antara surga (heavens) dan bumi (earth). In the beginning Elohim created the heavens and the earth. Ternyata, jika kalimat tersebut diselidiki di dalam bahasa Ibrani, terlihat bahwa ada huruf VAV di sana. Perhatikan transliterasi di bawah ini: bə·rê·šîṯ  bā·rā  ’ĕ·lō·hîm;  ’êṯ  haš·šā·ma·yim  wə·’êṯ  hā·’ā·reṣ atau “In the beginning G d created the heavens and [vav] the earth”. Untuk pertama kalinya di dalam Alkitab, kata VAV muncul. Disana VAV berfungsi membuat connection antara ‘apa yang ada di langit, tempat Tuhan bersemayam’ dengan ‘apa yang ada di bumi tempat manusia berada’. Ini berbicara tentang kekuatan yang menghubungkan dan mengikat antara langit dan bumi. Yang maknanya berarti menghubungkan hal-hal rohani (spiritual) dengan hal-hal materi (physics). Dengan demikian VAV bicara tentang adanya suatu hubungan yang lebih kuat dan nyata antara apa yang ada di atas sana (Tuhan) dengan apa yang ada di bumi (manusia). Mengikat keduanya, bersama-sama.

Dalam kaitannya dengan Tabernakel Musa, VAV juga  muncul dan menjelaskan hubungan antara yang ada di dalam halaman (yang suci) yang ada di luar (manusia). Perhatikan ketentuan yang dibuat Tuhan kepada Musa untuk membuat perbatasan antara pelataran kemah suci (yang tidak boleh dimasuki oleh sembarangan manusia) dengan bagian luar dimana setiap orang bebas berada. Di dalam Keluaran 27:9-10  aturan tersebut berbunyi: "Haruslah engkau membuat pelataran Kemah Suci; untuk pelataran itu pada sebelah selatan harus dibuat layar dari lenan halus yang dipintal benangnya, seratus hasta panjangnya pada sisi yang satu itu. Tiang-tiangnya harus ada dua puluh, dan alas-alas tiang itu harus dua puluh, dari tembaga, tetapi kaitan-kaitan tiang itu dan penyambung-penyambungnya harus dari perak.”  Dalam Hebrew Bible muncul jelas kata ‘hook’ sebagai pengait. And its twenty columns and their twenty sockets of bronze, the hooks (vav) of the columns and their bands of silver. Pagar penutup pelataran kemah suci berdiri dan diikat dengan pengait!

Hal yang menarik lainnya adalah kata VAV yang merepresentasikan manusia. Kembali kepada kitab Kejadian, Allah menciptakan manusia pada hari yang keenam (Kejadian 1:27-31).  Penciptaan manusia merupakan puncak dari karya Allah yang sangat luar biasa. Sebab, manusia adalah satu-satunya ciptaan yang diciptakan IMAGO DEI (serupa dengan gambar Allah). Ini mengingatkan kita semua bahwa kita adalah sosok yang berharga sebagaimana ditulis dalam nubuatan Yesaya: Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu (Yesaya 43:4). VAV mengingatkan betapa pentingnya manusia di mata Tuhan.

Yang tidak boleh dilupakan adalah pengertian VAV dalam konsep apokaliptik. Kalau satu hari Tuhan adalah seribu tahun manusia secara kronologis, (tertulis di dalam Kitab 2Petrus 3:8  - Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari) maka ini merupakan peringatan bagi kita semua. Tahun Ayin Vav menjadi penanda profetik yang menjelaskan pertanda kehidupan umat manusia sedang di bawa memasuki milenium ke-enam. Memang masih lama sekali menjalani seribu tahun kronologis itu secara linier tetapi ini adalah masa-masa terakhir. Sebab, setelah milenium keenam ini berakhir, maka generasi umat manusia memasuki milenium terakhir (yang ketujuh) dimana Tuhan sendiri berhenti di dalam segala perjaan-Nya dan menjadikan hari itu sebagai sabat. Jika sejarah umat manusia dilihat paralel dengan kronologis penciptaan, maka patut diduga, masa kedatangan Tuhan yang kedua sudah diambang pintu. Adakah kita bermain-main dengan hidup ini? Atau justru kita harus semakin terpacu mnelekat kepada-Nya dan membersiapkan generasi yang menyonsong kedatangan-Nya yang kedua kali?

Penutup
Saya tertarik pada sebuah ungkapan dalam bahasa Ibrani yang mengatakan, be shanah haba’a be Yerusalayim. Kalimat ini diucapakan oleh para peziarah kepada sesama peziarah, saat mereka selesai menjalankan ibadah mereka di Yerusalem. Tidak pernah ada kata perpisahan. Yang ada di dalam kalimat itu adalah harapan, bahwa ‘tahun depan kita akan bertemu lagi di Yerusalem’. Demikian halnya kita di bumi ini, hanyalah peziarah yang sebetulnya ‘tidak kebetulan’ berada di satu waktu tertentu dan masa tertentu. Setiap orang di setiap zaman dan generasi yang berbeda, selalu disatukan oleh harapan yang sama, untuk bertemu di Yerusalem entah itu fisik yang sekarang ada di Israel sana, terlebih lagi Yerusalem Baru, dimana kita semua kelak berada. Dan tahun Ayin Vav ini mengingatkan kita bahwa telah ada satu connecting yang membuat semua itu terjadi. Jika ditulis, kata VAV seperti L yang terbalik. Penulisannya menarik. Dimulai dari menarik garis pendek dari kiri ke kanan, lalu bersambung lurus panjang ke bawah. Hubungan yang dijelaskan di atas, bukanlah inisiatif manusia, tetapi ide Tuhan sendiri melalui Yesus Kristus. Dia adalah Yeshua Hamashiah yang turun ke bumi dan menjadi manusia. Baca baik-baik apa yang ditulis di dalam Yohanes 1:14 , bahwa  “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran”.  Firman yang menjadi manusia itu adalah VAV yang disediakan Tuhan buat kita sehingga senantiasa kita terikat kepadaNya dengan kuat, kokoh dan aman. Hanya dengan terikat kepada-Nya lah, hidup kita akan berdiri dan tidak akan pernah goyah. Shanah Tova ! (Diijinkan menggunakan artikel ini untuk publikasi gereja dengan mencantumkan penulis dan sumbernya. Penulis dapat dihubungi di gloryofgodmin@gmail.com dan pin 2B03FD54).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar