Senin, Januari 07, 2008

Menangkap Api Kebangunan Rohani

GEREJA Tuhan saat ini sedang bergerak di dalam arus Ilahi. Di akhir zaman ini, ALLAH sedang berurusan dengan gerejaNya. UrusanNya cuma satu. Membersihkan gereja dari pelataran yang kotor yang dipenuhi dengan berbagai etalase atau “jualan”, entah itu jualan program, entertaint, motif hamba Tuhan, atau apapun. Tuhan juga ingin membersihkan gereja dari semua aspek dosa dan tindakan pelanggaran Firman. DIA mau gereja dan seluruh warga menjadi kudus. Sebagaimana dikatakan di dalam pesan profetik nabi Yesaya, “apabila Tuhan telah membersihkan kekotoran puteri Sion dan menghapus segala noda darah Yerusalem dari tengah-tengahnya dengan roh yang mengadili dan yang membakar, maka Tuhan akan menjadikan di atas seluruh wilayah gunung Sion dan diatas setiap pertemuan yang diadakan di situ segumpal awan pada waktu siang dan segumpal asap serta sinar api yang menyala-nyala pada waktu malam, sebab di atas semuanya itu ada kemuliaan Tuhan sebagai tudung” (Yesaya 4:4-5). Urusan ALLAH adalah membangkitkan gerejaNya sesuai dengan prinsip-prinsip pewahyuan Surga. Dan inilah yang disebut revival. Gereja yang mampu menghasilkan tudung ALLAH akan menghasilkan kegerakan ALAH yang dahsyat. Tudung hanya bisa dihasilkan melalui penyucian dan pertobatan gereja. Bukan melalui program yang muluk-muluk atau pembicara yang terkenal. Inilah waktunya dimana ALLAH sedang bergerak di dalam gereja untuk menyatakan kemuliaanNya.

Sewaktu kemuliaan Tuhan dinyatakan, Roh Allah tercurah dengan dahsyat! Terjadi perubahan dan terobosan. Setiap pelayan yang dilahirkan di dalam gereja, hadir dengan membawa kuasa (dunamos). Kemuliaan Allah turun dan dinyatakan di dalam pertemuan ibadah. Orang sakit disembuhkan. Muncul kemerdekaan di dalam roh manusia. Pertobatan terjadi dan jiwa-jiwa baru mengenal Kristus. Ini adalah sebuah fakta tak terelekkan bahwa ALLAH yang hidup itu saat ini sedang bergerak melawat gerejaNya, “menghantam” gereja untuk keluar dari roh stagnasi, roh izebel, roh kemunafikan, dll. Allah membela gerejaNya melalui pencurahan RohNya di akhir zaman.

Arus ALLAH
Kebangunan rohani di dalam gereja, diawali dari sebuah arus Allah yang kecil di dalam diri seseorang yang dikehendaki oleh ALLAH untuk menjadi saluran kuasaNya. Orang ini harus ditemukan ALLAH terlebih dahulu di dalam gereja dan berfungsi sebagai seorang penangkap api kebangunan rohani atau disebut imparter. Ingat, setiap kegerakan ALLAH di dalam sejarah Alkitab bahkan di dalam sejarah gereja, sampai saat inipun, selalu dimulai dari keberadaan seorang imparter.

Melalui kehadiran seseorang itu, Allah menciptakan sebuah komunitas kudus di bawahnya, untuk membawa api tersebut di dalam komunitas gereja. Inilah yang kemudian disebut sebagai api kegerakan kebangunan rohani. Berawal dari api kecil di tangan seorang imparter, menyebar dengan cepat dan memebsar, ketika sebuah komunitas kudus terbentuk. Persekutuan jemaat mula-mula di Yerusalem adalah salah satu cerminan komunitas kudus tersebut. Secara struktural, imparter seharusnya adalah porsi para pemimpin gereja. Tetapi kenyataannya, api kegerakan ALLAH justru muncul dari kalangan grassroot. Para pemimpin gereja saat ini terlalu sibuk dengan program dan kegiatan, penggembalaan domba yang gemuk, pemantapan posisi dan kekuasaan sebagai seorang pemimpin. Coba lihat saat pertemuan sinode berlangsung. Para pemimpin yang seharusnya menjadi saluran ALLAH, telah terkooptasi oleh comfort zone di dalam wilayah pelayanannya sehingga mendorongnya secara alamiah untuk tetap berada di dalam daerah ini. Inilah yang menyebabkan terjadinya stagnasi dan kematian rohani. Pamimpin yang seharusnya menjadi imparter merasa puas dan kenyang dengan apa yang sudah ada dan selalu bernostalgia dengan kehebatan masa lalu.

Siapa yang layak jadi imparter?
Program dan rencana ALLAH tetap berjalan dan harus berjalan. Jika para pemimpin tidak layak menjadi imparter, maka Tuhan akan melewatkan mereka untuk menemukan seseorang yang lain yang ada di dalam gereja. Mereka adalah kaum awam yang akhirnya merintis jalan ke pembentukan komunitas kudus. Sewaktu komunitas kudus terbentuk, barulah hadirat ALLAH turun dan mengalir dengan deras. KuasaNya dinyatakan. Oleh sebab itu, pembentukan komunitas kudus ini menjadi langkah kedua di dalam prioritas kita setelah membiarkan ALLAH menemukan seseorang yang menjadi imparterNya. Siapakah imparter itu? Allah mencurahkan rohNya kepada semua manusia. Seseorang itu bisa siapa saja di dalam gereja. Entah itu ibu rumah tangga, opa-oma, remaja, pemuda atau jemaat umum atau orang-orang yang selama ini tidak terkenal atau terlihat di atas mimbar. Keberadaan mereka tidak terlihat sebelumnya sebab mereka bukanlah tipologi kaum awam yang mencari muka di depan jemaat.
Imparter menjadi jembatan ALLAH di tengah komunitas sebagaimana kehadiran para rasul ditengah jemaat mula-mula. Oleh sebab itu, agar api ini segera besar nyalanya dalam gereja kita, setiap kita harus membiarkan ALLAH menemukan kita untuk menjadi pembawa api itu. Apa yang membuat ALLAH menemukan kita?

Bergairah buat Tuhan
KEGAIRAHAN adalah kunci jawabannya. Kegairahan adalah kebutuhan rohani kita terhadap hadirat ALLAH. Inilah yang harus ada di dalam ibadah, doa, puasa atau apapun di dalam gereja Tuhan. Kalau tidak akan kegairahan, maka ibadah kita hanya akan menajdi sebuah rutinitas “sebagaimana biasanya”. Gereja Tuhan akhir-akhir ini telah berada di dalam jebakan rutinitas. Ibadah memang tetap berlangsung. Doa tetap dipanjatkan. Nyanyian tetap diperdengarkan. Semua datang ke gereja dengan baju yang bagus. Tetapi semuanya itu dilakukan cuma sebagai sebuah ibadah belaka, bukan aktifitas untuk merendahkankan diri demi mencari wajah ALLAH. Harus jujur diakui, gairah terhadap ALLAH sudah lama menghilang di dalam gereja gereja tradisional di Indonesia. Bahkan kuasa yang merupakan janji ALLAH sudah sangat sedikit kita alami.

Apabila kita bergairah, rasa haus dan lapar yang kita tunjukkan, melontarkan sinyal ke tahta Allah betapa kita menginginkan sesuatu dariNya dan sifatnya mendesak. Kita semua bergerak di dalam pengharapan yang sama-sama kuat bahwa, TUHAN, KAMI RINDU SESUATU TERJADI. Lawatlah kami dan kami ingin lawatan itu terjadi saat ini juga!!! Kegairahan adalah rasa lapar dan haus yang memborbardir Surga sampai kuasa Surga itu bergerak dan turun ke bumi. Bukankah ALLAH berjanji bahwa, siapa yang lapar dan haus pasti akan dipuaskan? Lalu kalau kita tahu janji ini mengapa kita tidak mulai mempraktekkannya?
Memperlihatkan gairah itu di hadapan Tuhan identik dengan melemparkan bahan bakar di tengah api yang menyala-nyala. Kegairahan adalah bahan bakar yang sangat peka terhadap api Allah, yang mampu menarik api itu turun dari Surga, menyambar korban pujian dan penyembahan kita. Jangan lupa bahwa ALLAH hanya akan datang kepada mereka yang menginginkannya dan tidak pernah datang kepada mereka yang menolaknya. Sebagaimana Roh Kudus, hanya mau berdiam di gereja dimana IA diterima, dimuliakan dan dihargai. Lalu bagaimana kita mengharapkan sesuatu terjadi jika Roh Kudus sendiri ditolak dan tidak diterima? Bukankah kuasa itu erat kaitannya dengan penerimaan hadirat Roh Kudus di tengah komunitas? Kenyataan seperti ini menyadarkan kita bahwa kekristenan yang kita bangun adalah sebuah standar ganda dihadapan Allah.

Sindrom Bethesda
Kegairahan kita seharusnya termanifestasi di dalam firmanNya yang kita hidupi; di dalam ibadah pribadi, ibadah raya, pertemuan doa, komsel, komisi atau apapun. Harus disadari bahwa kegerakan ALLAH adalah sebuah kairos yang berkesinambungan. Dari kairos ke kairos. Kita semua harus terjun di dalam kegerakan itu jika tidak ingin ketinggalan kereta. ALLAH bergerak dan terus bergerak, dulu sekarang dan selamanya. Bukankah Dia adalah ALLAH yang tidak berubah? Kemanapun ALLAH bergerak, Dia membawa orang-orang yang mau ikut untuk pergi bersamanya. Jangan menunggu 38 tahun (seperti orang sakit di kolam Bethesda), cuma menonton dari pinggir kolam bagaimana kegerakan Allah. Sindrom Bethesda telah mewabah di dalam gereja. Kita cuma menunggu dan melihat apa yang sedang terjadi dan tidak pernah mau bertindak untuk terjun di dalam kegerakan itu.
Sudah terlalu sering kita melipat tangan di dada saat beribadah. Sudah terlalu sering kita bersandar atau memegang sandaran kursi saat berdiri menyanyi. Sudah terlalu sering kita berfikir ini sesat atau itu sesat. Sudah terlalu sering kita datang ke gereja sebagai sebuah rutinitas. Sudah terlalu sering kita datang ke gereja dengan membawa sakit hati kita, kekecewaan, kemarahan atau sikap tidak mau tahu. Sudah terlalu sering kita datang ibadah dengan mulut yang masih bau alkohol bahkan dengan kepala yang penuh dengan pikiran agamawi.

Mari, kita membuat sesuatu yang berbeda. Perbaiki gaya hidupmu yang salah. Api ALLAH sudah ada dan sedang bergerak dengan kuasaNya di dalam gereja. Siapa yang terjun itulah yang mendapatkan api. Yang menjadi penonton tidak akan dapat apapun! Tertinggal. Kita melayani ALLAH yang hidup. Bukan manusia. Terlalu mahal harganya jika rohani kita dirusak dan hubungan dengan ALLAH menjadi kacau hanya karena cara pandang kita yang salah, karena kekecewaan atau karena dosa dan kejahatan kita.

Api kebangunan rohani cepat menyambar kayu kering. Mari kita tangkap api itu dan menjadi pembawa api. Semakin kita kering dan mengeringkan diri, semakin kuasa itu tercurah di dalam diri kita. Jangan tunggu program gereja. Jangan tunggu pemimpin, pendeta atau gembala sidang. Jangan tunggu orang lain. Jangan tunggu metoda dari gereja lain. Bergeraklah lebih dahulu dengan intensitas lapar dan haus. Dimana ada api ALLAH , kejarlah dan tangkap lalu hidupi di dalam kehidupanmu. Maka lihatlah, akan terjadi terobosan. Bisnis menjadi lancar dan diberkati. Keluarga dipulihkan. Yang sakit disembuhkan. Semua segmen kehidupan manusia mengalami perubahan karena Roh ALLAH sudah tercurah. Semua mendapat bagian dari Roh itu. Keep fire !!!!

1 komentar:

  1. Rolly Anthony Lumoindong24 April 2009 00.49

    amen...100% benar...hal2 ini yg skg sedang saya alami...i never be excited like this with God than before..i'm burn..burn in His holy passion..burn in His holyness...i never fell enough until Jesus be everything in His people life and heart...

    BalasHapus