Kamis, Desember 30, 2010

2011: THE YEAR of GOD'S FAVOUR

Pesan Profetik Awal Tahun 2011

Oleh : Pdt. Dr. Sonny Eli Zaluchu, M.Th


Secara khusus, Tuhan telah menaruh visi bahwa tahun 2011 adalah tahun kemurahan Tuhan. Lepas dari berbagai analisis kritis tentang keadaan sosial ekonomi dan politik, anak-anak Tuhan di negeri ini, justru hidup dibedakan dengan yang lain karena mereka berada di dalam masa kemurahan. Kemanapun anak-anak Tuhan pergi dan apa yang mereka kerjakan, akan berhasil karena ‘kemurahan Tuhan’ selalu berada di atas kepala mereka.

Tahun kemurahan atau juga dikenal dengan tahun rahmat identik dengan sebuah tradisi dalam bangsa Israel kuno yang dikenal dengan istilah tahun sabat. Dalam aturan keimamatan tertulis seperti berikut ini.


Enam tahun lamanya engkau harus menaburi ladangmu, dan enam tahun lamanya engkau harus merantingi kebun anggurmu dan mengumpulkan hasil tanah itu, tetapi pada tahun yang ketujuh haruslah ada bagi tanah itu suatu sabat, masa perhentian penuh, suatu sabat bagi TUHAN. Ladangmu janganlah kautaburi dan kebun anggurmu janganlah kaurantingi. (Imamat 25:3-4)


Setelah bangsa Israel bekerja mengolah tanah selama 6 tahun, maka mereka harus berhenti pada tahun yang ketujuh dan mengistirahatkan tahan itu. Selanjutnya di dalam perikop itu, mereka diperintahkan untuk menghitung tujuh kali tahun sabat dan diperoleh 49 tahun (7 x 7 tahun sabat). Tahun ke-50 setelah 7 tahun sabat itulah yang disebut sebagai tahun Yobel atau tahun pembebasan. Memasuki tahun ke-50, para Imam melepaskan berkat kepada seluruh umat Israel dan sangkakala ditiup di seantero negeri sebagai tanda memasuki tahun penuh kemurahan. Mengapa demikian? Karena di tahun Yobel dan atau di setiap tahun Sabat akan terjadi hal-hal sebagai berikut:


(a) budak-budak dibebaskan dan mereka menjadi orang merdeka, bebas menentukan nasib sendiri. Ingat, seorang budak tidak punya hak bahkan atas dirinya sendiri. Tetapi di tahun tersebut, terjadi pemulihan kedudukan dan harkat orang-orang yang selama ini terikat dengan status budaknya (Im 25:41)


(b) tanah-tanah yang selama ini digadaikan, dijual dan tidak dapat ditebus oleh pemiliknya karena tidak mampu membayarnya, dikembalikan kepada pemiliknya semula (Im 25:28)


(c) Israel menerima berkat triple portion karena mereka baru diperkenankan menabur di tahun yang ke delapan. Jadi ada semacam berkat khusus di tahun keenam yang dapat mereka nikmati selama tiga masa sehingga mereka tetap hidup dan bertahan. Hasil taburan di tahun keenam diberkati sedemikian rupa sehingga berlipat kali ganda dan mencukupi kebutuhan untuk tiga tahun ke depan (Im 25:21-22)


(d) utang-utang dihapuskan dan piutang ditiadakan. Orang-orang dibebaskan dari jerat hutang dan kewajiban melunasinya (Ul 15:1)


(e) orang-orang miskin menjadi prioritas karena diperintahkan untuk memperhatikan mereka (Ul 15:8)


Melihat sejumlah hal yang terjadi di atas, maka kita tentu berpikir, bahwa tahun sabat dan juga setiap kali Yobel berlangsung, adalah tahun yang dinanti-nantikan banyak orang Israel karena itulah kesempatan pemulihan dan berkat yang besar di dalam hidup mereka secara utuh. Tidak ada yang tidak menantikan tahun tersebut. Seandainya kita hidup di masa Israel kuno, maka kitapun pasti dengan penuh harapan menantikan untuk memasuki tahun itu untuk menerima berkat-berkatnya.


Ribuan tahun kemudian, di dalam sebuah rumah ibadat Yahudi (sinagoge), Yesus mengingatkan orang Yahudi tentang makna sejati dari tahun Yobel. Lukas menuliskannya sebagai berikut:


"Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." (Lukas 4:18-19)


Yesus mengggunakan perikop yang tidak asing lagi bagi agama Yahudi masa itu yakni nubuatan Nabi Yesaya di dalam Yesaya 61:2, bahwa akan datang seseorang yang juga membawa pembebasan dan berkat-berkat seperti tahun Yobel di masa keimamatan Yahudi kuno. Hanya saja, bedanya adalah, kalau tahun Yobel mesti menunggu 50 tahun dan tahun sabat mesti menunggu 7 tahun,tahun rahmat Tuhan yang dimaksudkan Yesus adalah sebuah percepatan ilahi yang dicapai melalui kehadiran diriNya di muka bumi. Itulah sebabnya dengan tegas sekali, seusai membaca kitab itu, ditengah sorotan dan pandangan mata puluhan manusia di dalam ruang ibadah itu yang dengan antusias mengikuti Yesus, Dia berkata :


"Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya." (Lukas 4:21)


Yesus menyampaikan pesan yang sangat jelas yang bahkan mungkin tidak pernah diduga oleh pendengarnya ketika berkata, “Pada hari ini, genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” Alkitab KJV menggunakan kata fulfilled untuk menegaskan makna Yunani dari kata play ro-o, sebuah kata yang artinya ‘tergenapi’ atau ‘terbukti’ atau juga dapat diterjemahkan dengan, ‘akhirnya apa yang telah lama dinantikan itu sekarang telah terwujud’. Inilah yang mengejutkan itu. Keberadaan Yesus menjadi sebuah shortcut untuk semua janji berkat dan pemulihan seperti terjadi di masa sabat dan Yobel. Ada implikasi penting dibalik perkataan Yesus tersebut. Apakah itu? Kita tidak lagi hidup di dalam aturan keimamatan supaya menerima berkat-berkat Tahun Sabat dan Yobel. Yesus sudah menggenapi aturan Yobel bagi kita ! Artinya: kita tidak perlu susah-susah melalukan aturan YOBEL tersebut sebab melalui Yesus kita langsung dibawa ke dalam BERKAT YOBEL.


Mari sekarang kita menelaah apakah yang menajdi berkat Yobel yang dibawa oleh Yesus bagi kita semua yang melakat dan percaya kepadaNya.


Pertama. Berkat Yobel yang terutama dan pertama adalah : bebas dari belenggu apapun. Seperti dikatakan Yesaya dan dikutip Yesus di dalam Lukas, kedatangan Yesus ke dunia adalah dengan satu misi, membawa kabar baik (good news)sehingga melalui kabar baik itu orang-orang akan mendapat sukacita yang baru. Siapakah yang tidak bersukacita jika menerima kabar baik? Kabar baik seperti apakah itu? Yesus memberitakan pembebasan kepada orang-orang yang selama ini terbelenggu (orang-orang tawanan), memberikan pencerahan bagi yang matanya tertutup (penglihatan bagi orang-orang buta, baik secara fisik maupun secara rohani) dan pembebasan dari penindasan (konteks pada waktu itu adalah pikiran masyarakat Yahudi yang terikat dengan Taurat yang penuh dengan ‘penindasan’ itu dan kondisi politik dimana mereka berada di dalam jajahan Romawi).


Kedua. Berkat Yobel yang terutama dan kedua adalah tahun rahmat Tuhan atau The Year of God’s Favour. Kedatangan Yesus ke dunia menandai atau menjadi tanda (mark) dari turunnya kemurahan Allah. Bicara tentang apakah kemurahan itu? Favour bicara tentang: Kemurahan, Kehendak Allah dan perkenaan Allah. Orang yang berada di dalam God’s Favour akan merasakan kemurahan di dalam seluruh hidupnya, setting dirinya berada di dalam setting Allah dan dirinya berkenan dihadapan Allah. Di zaman raja-raja, ada sebuah kebiasaan ‘kerajaan’. Seseorang hanya dapat menghadap raja, kalau orang itu mendapat kemurahan raja. Ingat kasus Esther yang nekad menghadap raja demi nasib bangsanya. Raja berkenan kepadanya sehingga mengulurkan tongkat kerajaan kepada wanita itu (Esther 5:2). Siapa yang berkenan dihadapan raja akan mendapatkan perkenaannya sekalipun orang itu ketahuan melanggar aturan raja ! Bukankah ini yang disebut anugerah? Luar biasa !


Apa yang menjadi fungsi Yesus? Dialah yang membawa kita memasuki berkat tersebut. Oleh karena itu, kita perlu memiliki iman dan hati yang melekat kepadaNya di tahun 2011, lebih dari tahun-tahun sebelumnya. Berkat Yobel sebetulnya disebut ‘berkat kerajaan’. Yesus datang ke dunia untuk membawa kerajaanNya. Dan kita perlu menjadi warga negara kerajaan Allah supaya semua berkat kerajaan yang disediakan melalui Yesus, tersedia dan menjadi bagian kita. Tahun kemurahan Allah adalah tahun anugerah. Siapa yang bersalah di dalam tahun anugerah akan diampuni. Siapa yang terikat akan dilepaskan. Siapa yang butuh pengampunan diberikan pengampunan. Kegagalan diubahkan menjadi keberhasilan. Kutuk diubah menjadi berkat. Itulah natur dari yang namanya anugerah. Tahun 2011 adalah masa dimana kita menikmati kemerdekaan kita sebagai anak-anak Tuhan. Bebas dari belenggu apapun (hutang, sakit penyakit, persoalan-persoalan, kutuk, dosa, dsb).


Sebagai warga negara kerajaan Allah, kita dapat dengan leluasa mendapat perkenaan dan kemurahanNya. AnugerahNya tersedia bagi kita seperti air terjun. Ibarat orang yang menampung air di air terjun, jangan membawa tempat penampungan yang kecil sebab derasnya aliran air justru membuat tempat tersebut tidak dapat menampung. Kita harus bawa tempat yang besar untuk menampung air di bawah air terjun. Seperti itulah sifat anugerah yang harus kita tampung dalam hidup ini. Hanya masuk ketika kita menyediakan tempat yang besar ! Maka, pada waktu kita mendapat perkenaannya, sesuatu yang besar, deras dan berlimpah akan memenuhi kita. Kapan semuanya ini terjadi? Hanya selama berada di dalam wilayah kekuasaan sang Raja. Mata sang Raja akan selalu tertuju kepada orang-orang yang berada di dalam wilayahNya. Keluar dari wilayah berarti membawa diri lari dari anugerah. Tetapi berada di dalam wilayahNya, akan menempatkan kita dalam pandangan mataNya. Hukum anugerah tidak akan meninggalkan kita. Paralel dengan tahun Gregorian 2011, saat ini adalah tahun 5771 dalam tarikh Yahudi. Tahun Yahudi diberi nama dengan dua angka terakhir. Dan tahun 5771 disebut tahun Ayin Alef (71). Secara literal artinya, tahun dimana mata Tuhan memandang. Dimana mata Tuhan memandang, disanalah berkat-berkatNya mengalir ! Tahun ini adalah tahun mata Tuhan memandang, tahun dimana ketika kita menempatkan diri dalam padanganNya, kita akan menerima berkat-berkatNya, menerima anugerahNya yang berlimpah itu. Ingat baik-baik, di mata Tuhan memandang, ada kasih karunia seperti yang Nuh dapatkan (Kej 6:8), mata Tuhan mendatangkan kasih setiaNya (Maz 33:18) dan jalan terbuka di depan mataNya (Amsal 5:21).


Tempatkan hidupmu dihadapan Raja sehingga Ia memandangmu. Terima kemurahanNya dan hidulah didalam kemurahan itu. Tahun 2011 adalah tahun rahmat Tuhan. Tahun kemurahan Tuhan. Selamat memasuki tahun 2011. Tuhan memberkati kita semua !


/ps.sonnyzaluchu/2011/theyearofgod’sfavour-khbandung.doc

Dikhotbahkan sebagai pesan awal tahun di GBI Kalam Hidup Bandung

kalau anda diberkati dengan artikel ini beritahu saya di gloryofgodmin@gmail.com. Anda juga dapat mengikuti setiap artikel terbaru dengan menjadi follower di blog http://sonnyelizaluchu.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar