Kamis, September 18, 2014

ROSH HASHANAH 5775: AYIN HEI

Sebuah Prophetic Insight 
Oleh Ps. Sonny Zaluchu 
Gembala Sidang Golden Gate Community Church (G2CC) Semarang
Contact for ministry or Holyland Journey +6281325854343 atau pin 286b31ad

Artikel ini diijinkan dikutip untuk penerbitan warta gereja atau kepentingan rohani lainnya dengan mencantumkan sumber dan penulisnya. Jangan mencuri karya orang lain dan mengakuinya sebagai buah pikiranmu. Itu dosa J

Mazmur 65:12 menulis: “Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu”.  Kata ‘memahkotai’ disitu diambil dari bahasa Ibrani ‘atar’ yang akar katanya berarti mengelilingi atau mengepung untuk tujuan serangan (perang) atau membangun benteng (perlindungan). Inilah yang dipahami sampai dengan hari ini, bahwa setiap tahun dimahkotai Tuhan dengan kebaikan-Nya. Berdasarkan sudut pandang akar-akar Ibrani (hebrew roots), kebaikan Tuhan yang ‘mengepung’ selalu berbeda tiap tahun-nya. Dalam kata lain, setiap tahun membawa berkatnya sendiri-sendiri. Cara orang Ibrani melihat berkat tahun dan menyelaraskan kehidupan mereka dengan ‘mahkota’ tahun yang khas itu, dapat menjadi teladan di dalam kehidupan rohani orang percaya dewasa ini. Mereka memberikan nama di setiap tahun dari dua huruf terakhir tahun tersebut. Rosh Hashanah tahun ini adalah tahun 5775 dan nama tahun sebagai identitas ‘mahkota’ dari Tuhan diambil dari angka 75 yang susunannya sebagai berikut: 70 di dalam aksara Ibrani dinamakan ‘Ayin’ dan 5 dinamakan ‘hei’. Maka disimpulkan, tahun ‘75’ tersebut bernama tahun ‘Ayin Hei’.

Kembali ke Akar Ibrani
Terlebih dahulu kita harus memiliki dasar pengertian yang benar mengenai mengapa kita harus mengikuti penanggalan Ibrani. Kekristenan memiliki akar ibrani yang sangat kuat dan dalam, melalui Yesus Kristus. Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma menegaskan hal itu: Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah, janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu yang menopang kamu. (Roma 11:17-18). Dengan demikian, apa yang menjadi janji Tuhan bagi Israel (akar) juga berlaku bagi orang Kristen dewasa ini (cabang). Ketika kembali ke akar Ibrani kita, disanalah ditemukan maksud Tuhan yang sejati. Salah satunya soal pergantian tahun. Akar Ibrani menyebutkan pergantian tahun tidak mengikuti kalender Gregorian (di bulan Januari) tetapi kalender biblikal Ibrani yang dimulai pertengahan bulan September. Juga harus disadari bahwa warisan kita sebagai keturunan Abraham hanya dapat diperoleh ketika kita kembali ke akar-nya yaitu melihat bahwa Abraham adalah orang yang pertama kali disebut Ibrani di dalam Alkitab dan Yesus yang menjadi penghubung dengan berkat Abraham itu, juga adalah orang Ibrani asli, tinggal di dalam komunitas dan berbahasa Ibrani. Bahkan Alkitab kita ditulis oleh orang-orang Ibrani dalam cara pandang, budaya dan sosiologis orang-orang Ibrani. Betapa pentingnya memahami segala sesuatu dengan kembali ke akar Ibrani.

Rosh Hashanah sebagai Kepala Tahun.  Rosh Hashanah adalah salah satu hari raya besar orang Ibrani yang menandai pergantian tahun. Perayaan menyambut pergantian tahun ini dilakukan beberapa minggu dan besar-besaran karena ini bukan sekedar beralih tahun tetapi bicara soal peralilhan untuk menerima berkat (mahkota) yang baru. Salah satu yang paling utama di dalam perayaan adalah memahami bahwa pergantian tahun bukan semata-mata pergantian belaka tetapi tanda memasuki awal yang baru, harapan baru, berkat baru dan perjanjian yang baru dengan Tuhan. Itu sebabnya, orang Ibrani memandang bahwa awal tahun adalah sebuah ‘kepala tahun’. Sebagaimana tradisi orang-orang Tionghoa untuk keluarga baru dimana orang tua menyuapi anaknya dengan makanan yang manis, demikian dalam tradisi Ibrani mereka mengawali kepala tahun dengan memakan buah yang manis seperti jeruk, korma atau bahkan permen, untuk mengingatkan dan bertindak secara profetik bahwa disepanjang tahun yang akan dilalui, segala sesuatu akan berjalan dengan manis dan jauh dari kepahitan. Dalam perjamuan makan malam di keluarga, khusus hari itu, meja diisi dengan menu ‘kepala ikan’ sebagai tanda untuk mengingatkan, menerima, mengklaim dan memateraikan “berkat kepala” sebagaimana disebutkan di dalam Ulangan 28:13, “TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia.” Di akhir kalimat saat berdoa mereka mengucapkan dan mendeklarasikan: she nihye ka rosh, ve lo la zanav. Secara bebas artinya: aku adalah kepala dan bukan ekor! Dengan demikian, kalau ini menjadi sebuah bagian dari akar ibrani, maka ini bukan hanya tradisi mereka tetapi juga menjadi tradisi bagi kita yang percaya. Saya percaya dan mengikutinya. Anda?

Ayin Hei
Berikut ini beberapa prophetic insight dari tahun ayin hei yang kiranya menjadi ‘track’ kehidupan rohani kita di dalam Tuhan. Orang Ibrani gemar mengutak-atik angka dan mencari maknanya secara rohani. Ilmu itu disebut dengan Gematria.

Tahun Berkat Ganda. Angka 5 atau ‘hei’ salah satunya berarti lima jari. 5 jari ini berkaitan dengan penumpangan tangan dalam hal pemberian berkat dari Tuhan. Artinya jelas, bahwa tahun Ayin Hei ini secara khusus dimahkotai dengan berkat-Nya secara  materi dan rohani. Jika dimengerti bahwa ‘hei’ adalah lima jari dari tangan yang memberkati,  maka struktur tahun 5775 yang unik dan jarang terulang ini, menjadi sangat tidak kebetulan. Angka 7 di dalam Alkitab dikenal sebagai angka Tuhan (kesempurnaan). Dua angka ini diapit oleh ‘hei’ (angka 5) di kiri dan kanan. Secara akar ibrani, itu berbicara mengenai dua tangan Tuhan, di kiri dan kanan, yang diletakkan di datas kepala anak-anak-Nya. Satu tangan saja sudah mendatangkan berkat luar biasa, apalagi jika diturunkan melalui dua tangan. Ini adalah tahun pelipatgandaan (double portion) berkat Tuhan di dalam diri orang yang percaya. Saya percaya! Anda? Firman Tuhan di dalam Mazmur 5:13 mengingatkan, “Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.” Bagian kita untuk menerimanya sepanjang tahun ini adalah menjadi orang benar.

Tahun Promosi.  Huruf ‘hei’ dalam abjad Ibrani ditulis hei Bentuk itu menjelaskan makna profetik berikutnya dari Tahun Ayin Hei. Struktur abjad tulisan hei terdiri dari dua garis. Satu berbentuk “balok horizontal” yang berada di atas “tiang vertikal”.  Balok horizontal itu bicara tentang sesuatu yang melebar sedangkan tiang vertikal itu bicara tentang sesuatu yang makin tinggi dan makin naik. Lebar berbicara tentang teritori yang makin luas. Ingat doa Yabes? Di dalam 1 Tawarikh 4:10 dicatat sangnat jelas, Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya: "Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!" Dan Allah mengabulkan permintaannya itu. Maka kita harus bersiap-siap. Tahun ini sudah dimulai dimana segala apa yang kita kerjakan akan Tuhan perbesar kapasitasnya dan menjangkau ke wilayah, daerah atau teritori yang lebih luar yang mungkin selama ini tidak terpikirkan untuk dijangkau. Tuhan akan bawa kita ke sana. Bukan hanya itu, Tuhan juga akan membawa kita naik. Ada dua hal pengertian soal ‘naik’ yang dijelaskan oleh tiang vertikal dalam abjad hei. Pertama, di bawa naik artinya diangkat dari sesuatu yang buruk, masalah, yang selama ini menenggelamkan hidup dan keberadaan kita. Dia mengangkat untuk melepaskan dan memulihkan, untuk membalik keadaan kita menjadi baru! Pengertian kedua adalah mendorong dan membawa naik. Ini bicara tentang peninggian untuk tujuan promosi. Ayat ini akan digenapi. Sebab bukan dari timur atau dari barat dan bukan dari padang gurun datangnya peninggian itu, tetapi Allah adalah Hakim: direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain (Mazmur 75:7-8). Saya percaya! Anda?

Yang harus dilakukan. Ini pertanyaan yang penting karena hanya dengan menjawab pertanyaan ini, maka berkat Ayin Hei akan menjadi milik kita. Berkat ini, hanya bisa diterima jika orang yang menerima berkat itu, berada di depan orang yang memberi berkat. Jika mau terus menerus diberkati maka, harus terus menerus di depan Tuhan agar kedua tangannya bisa terus menerus di atas kepala kita! Ingat, ‘hei’ (5) digandeng oleh ‘ayin’ (70). Disebut Ayin Hei karena ‘ayin’ artinya mata atau melihat. Selama kita mempertahankan diri berada di dalam jangkauan mata Tuhan, berkat ayin hei itu akan menjadi milik kita selamanya. Bukan saatnya lagi menutup diri dari mata Tuhan dan menyembunyikan hidup kita. Hidup kita terbuka dihadapannya. Tidak perlu lagi sembunyi-sembunyi. Kita harus membiarkan mata-Nya mengawasi untuk tujuan menjaga dan sekaligus mengingatkan kita jika ada yang salah.

Mazmur 75. Tidak kebetulan. Ayin Hei adalah nama dari tahun 75. Dan sangat indah doa di dalam Mazmur 75 sebagai sebuah doa profetik bahwa kita sepanjang tahun ini akan menmceritakan kemuliaan dan keajaiban nama-Nya karena tanduk kita telah ditinggikannya. Kami bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kami bersyukur, dan orang-orang yang menyerukan nama-Mu menceritakan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib. "Apabila Aku menetapkan waktunya, Aku sendiri akan menghakimi dengan kebenaran. Bumi hancur dan semua penduduknya; tetapi Akulah yang mengokohkan tiang-tiangnya." Aku berkata kepada pembual-pembual: "Jangan membual." Dan kepada orang-orang fasik: "Jangan meninggikan tanduk! Jangan mengangkat tandukmu tinggi-tinggi, jangan berbicara dengan bertegang leher!" Sebab bukan dari timur atau dari barat dan bukan dari padang gurun datangnya peninggian itu, tetapi Allah adalah Hakim: direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain. Sebab sebuah piala ada di tangan TUHAN, berisi anggur berbuih, penuh campuran bumbu; Ia menuang dari situ; sungguh, ampasnya akan dihirup dan diminum oleh semua orang fasik di bumi. Tetapi aku hendak bersorak-sorak untuk selama-lamanya, aku hendak bermazmur bagi Allah Yakub. Segala tanduk orang-orang fasik akan dihancurkan-Nya, tetapi tanduk-tanduk orang benar akan ditinggikan.


Happy Rosh Hashanah. She nihye ka rosh, ve lo la zanav

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar