Senin, Januari 12, 2009

TAHUN BERBUAH-BUAH

Kalau anda diberkati dengan artikel ini, forwardlah kepada teman anda 
Berikan kesaksian atau komentar di gloryofgodmin@gmail.com
Tuhan memberkati !

Apa yang anda bayangkan ketika menyebutkan kata “berbuah”. Jika anda seorang petani, maka pastilah jelas maknanya. Setiap benih padi yang ditanam, menjadi tumbuh dan berbuah bulir-bulir gandum. Juga jika anda seorang pengusaha. Berbuah berarti setiap usaha yang anda kelola atau kerjakan, menghasilkan buah yang banyak sehingga membawa keuntungan secara ekonomis. Bagaimana jika anda adalah seorang pekerja? Berbuah di dalam pekerjaan bisa berarti banyak. Salah satunya adalah berhasil di dalam jenjang karir, mendapat promosi dan menduduki posisi yang semakin baik. Berdasarkan kenyataan tersebut, siapapun dia, di dalam bidang manapun, pasti menginginkan, apa yang dikerjakannya berbuah keberhasilan. Tentu akan lucu jadinya, jika seseorang yang menabur benih, menginginkan hal yang sebaliknya, yakni berharap agar benih itu tidak tumbuh atau tidak menghasilkan buah. Kita semua rindu berbuah, entah itu dalam keluarga, pekerjaan, bisnis ataupun di dalam pelayanan. Buah identik dengan profit atau keuntungan yang kita dapatkan. Buah juga identik dengan hasil. Oleh sebab itu, tidak ada yang salah dengan keinginan berbuah.

Di Israel sana, tahun 2009 ini dianggap sebagai tahun menghasilkan buah. Dalam penanggalan Yahudi, tahun 2009 Masehi identik dengan tahun 5769 Yahudi. Mereka menyebut tahun ini dengan Samekh Tet atau The Year of Samekh Tet. Penyebutan itu berasal dari dua angka terakhir di tahun Yahudi yakni angka 69. Tetapi yang jauh lebih penting dari istilah itu adalah makna rohani tahun tersebut, yakni tahun berbuah-buah atau fruitfull. Dan hal tersebut, perlu menjadi satu refleksi juga buat kita. Jika mereka menyebutkan tahun ini adalah tahun berbuah-buah, maka hal yang samapun akan berlaku bagi kita sebagai pihak yang telah dicangkokkan ke dalam tunas pohon zaitun sejati. Kebenaran ini akan menjadi pegangan kita di sepanjang tahun 2009, bahwa kita akan menjadi orang Kristen yang penuh dengan buah, yang berbuah dalam keluarga, berbuah dalam bisnis dan pekerjaan, berbuah di dalam pelayanan dan berbuah di dalam seluruh aspek kehidupan. Dengan keyakinan ini, kita tidak perlu kuatir terhadap berbagai ancaman krisis yang berlangsung di luar sana ! Kita harus percaya bahwa justru di tahun 2009 ini, kesempatan untuk berbuah terbuka sedemikian lebar di depan kita.

Mari kita lihat apa kata firman Tuhan tentang bagaimana caranya berbuah.

#1. Kita harus melekat kepada Tuhan.
Joh 15:4 menegaskan satu hal yang sangat penting. “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku”. Tinggal berarti terhubung secara tetap. Tinggal dapat juga diartikan dengan berdiam. Maka berdasarkan firman Tuhan ini, untuk membuat kita semua berbuah di dalam segala apa yang kita kerjakan sepanjang tahun ini, mari kita membangun hubungan yang lebih lagi dengan Tuhan bahkan menetap di dalamnya. Hanya ada satu tempat melekat yang membawa kehidupan dan yang menghasilkan buah. Bisa saja kita melekat pada uang/kekayaan/harta, jabatan, pelayanan, pengaruh ataupun kehebatan tetapi semua itu tidak membawa kehidupan dan menghasilkan buah. Hanya ada satu pokok yang mampu menghidupkan dan membuat kita menghasilkan buah, yakni pokok anggur sejati, Yesus Kristus. Maka kita perlu melekat kepadaNya. Jika kita melekat kepada sesuatu yang lain di luar Yesus, maka kita gagal berbuah !
Jika selama ini anda melekat pada hal-hal yang salah, melekat pada dosa, melekat pada materi, melekat pada manusia atau diri sendiri, segera tinggalkan semua itu. Memang pada awalnya kelihatan bagus, tetapi itu akan membuat ranting kita menjadi kering. Sebab apa? Tidak ada aliran kehidupan yang masuk ke ranting. Hanya ada satu pokok yang membawa hidup, pokok Yesus Kristus. Jadi, renungkanlah baik-baik. Selama ini anda melekat pada apa? Contohnya di dalam krisis, banyak orang melekat pada kekuatiran dan ketakutan. Orang yang seperti ini, sama seperti murid-murid yang dihantam badai saat mereka menyeberang danau, melupakan Yesus yang sebetulnya ada bersama-sama dengan mereka.

#2. Kita harus menjadi tanah yang baik.
Di dalam Matius 13:4-8, kita belajar mengenal empat jenis tanah, yang mana diatasnya ditabur benih yang sama kualitasnya. Dikatakan tentang seorang penabur yang menyebar benih. Ingat baik-baik, setap benih yang ditabur oleh sang penabur memiliki kualitas yang sama. Jadi dalam perumpamaan ini, yang menentukan apakah benih itu membuahkan hasil, bukanlah benihnya melainkan jenis tanah dimana benih itu jatuh. Mat 13:4 menuliskan perumpamaan itu dengan sangat jelas. “ Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat”.

Perhatikan hal yang sangat penting dari perikop tersebut. Benih yang sama jatuh pada tanah yang berbeda. Lihat baik-baik. Yang berbeda bukan benihnya melainkan jenis tanahnya. Masing-masing tanah itu adalah orang yang mendengar firman Tuhan. Sama-sama mendengar tetapi hasil yang berbeda. Mengapa? Mereka memberi respon yang berbeda ! Kunci berbuah hanya ada di tanah yang baik. Tanah yang baik adalah tanah yang mendengar firman dan mengerti. Mengerti bukan terbatas pada sebuah understanding tetapi diikuti dengan perubahan nilai dan tindakan. Artinya, firman yang didengar itu menjadi dasar tindakan. Itulah yang disebut dengan menghidupi firman, mempercayainya, memperkatakannya, merenungkannya dan melakukannya. Orang yang demikianlah yang akan berbuah di sepanjang tahun 2009 ini.

Ingat baik-baik. Kuncinya bukan pada mendengar melainkan pada respon. Respon adalah tanah ! Ada tanah pinggir jalan, tanah berbatu-baru dan tanah yang ditutupi semak. Anda punya tanah apa? Banyak orang Kristen dan bahkan hampir semua, setiap hari mendengar firman Tuhan. Entah dari kaset, CD, radio atau khotbah. Bahkan tiap minggu mendengar khotbah, tetapi hidupnya tidak pernah berubah. Dirinya tidak menunjukkan buah yang baik di dalam pekerjaan, keluarga, karakter, pelayanan dan bisnis. Kenapa? Karena cuma mendengar dan tidak memberi respon yang baik. Selama kita memberi respon kepada Firman Tuhan, seperti dikatakan di dalam Yosua 1:8, “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung”

#3. Kita perlu mengandung di dalam sebuah kandungan rohani yang tidak mandul
Bangsa Yahudi juga terbiasa memberi arti simbolik dari setiap angka. Tahun 5769 dan tahun 2009 sama-sama berakhir pada angka 9. Angka tersebut adalah simbol dari “rahim”. Anda tahu apa artinya rahim? Itu adalah tempat mengandung benih, tempat yang harus dipelihara hingga rahim tersebut melahirkan. Firman Tuhan berkata kepada kita bahwa jika kita baik-baik mendengar suara Tuhan dan melakukannya, maka buah kandungan kita akan diberkati. Buah kandungan secara harafiah adalah rahim yang melahirkan keturunan. Makna rohaninya sangat dahsyat. Buah kandungan adalah “rahim” yang dimiliki oleh setiap orang percaya, yang melaluinya setiap orang percaya menanam benihnya, mengandungnya dan melahirkannya ! Sesuatu yang dilahirkan di dalam rahim orang percaya adalah “buah kandungan”. Apakah anda mau berbuah di sepanjang tahun 2009 ini? Pastikan anda punya satu kandungan rohani yang anda jaga baik-baik. Pastikan kandungan itu tidak mandul, agar setiap benih yang diterimanya, dapat melahirkan buah. Belakangan ini banyak orang Kristen yang mandul. Yang dari luar kelihatan bagus secara fisik tetapi kenyataannya mandul.

Saya ingat Ribka. Salah satu wanita Israel paling cantik di dalam sejarah. Faktanya dia mandul. Sekalipun punya kandungan, benih yang masuk ke dalam kandungan itu gagal untuk bertumbuh. Maka Ishak pun berdoa. Di dalam Kejadian 25:21 dikatakan, “Berdoalah Ishak kepada TUHAN untuk isterinya, sebab isterinya itu mandul; TUHAN mengabulkan doanya, sehingga Ribka, isterinya itu, mengandung” Anda mau setiap kandungan anda tidak mandul? Jagai dengan imanmu kepada Tuhan dan gunakan doa imam sebagai kunci untuk membuka kandungan tersebut. Iman isteri dan anak-anak adalah suami. Imam jemaat adalah gembala. Doa imam di dengar oleh Allah. Jika kita mengembalikan fungsi imam di dalam diri kita, maka kuasa doa imam itu akan dinyatakan. Anda mau mengandung apa disepanjang tahun ini? Mengandung mobil? Kesehatan? Rumah? Promosi? Jalan keluar dalam masalah? Jadilah orang-orang Kristen yang mengandung ! Pelihara baik-baik kandungan anda dengan iman dan doa. Lihatlah, disepanjang tahun ini akan akan menghasilkan buah kandungan yang luar biasa dibandingkan tahun tahun sebelumnya.

Saya pernah rindu memiliki rumah dan boleh dikatakan kami tidak sanggup membelinya. Harga rumah di Semarang sangat tinggi. Saya, isteri dan anak-anak menerapkan firman Tuhan tentang kandungan ini. Kami menanam benih rumah di dalam iman kami dan memeliharanya dengan doa yang terus menerus. Sembilan bulan kami berdoa, siang dan malam, tiada henti kepada Tuhan. “Terima kasih Tuhan, Engkau telah memberikan kami rumah”. Kami melihat rumah itu dalam kandungan iman. Anak-anak berdoa lebih dahsyat. “Terima kasih Tuhan Engkau telah memberikan kami rumah yang berlantai tujuh, ada liftnya, ada kolam renang, ada ruang tamu, ruang fitness, dsb” Wah, iman kami sebagai ortang tua makin kuat dengan doa anak-anak yang polos tersebut. Tepat di bulan yang kesembilan, kandungan itu cukup waktu untuk dilahirkan. Ada seseorang yang digerakkan oleh Tuhan, datang ke Semarang, membayar sekian ratus juta kepada sebuah pengembang perumahan yang terbaik di Semarang dan mengatasnamakan pembelian rumah itu pada saya. Orang itu cuma menitipkan nomor telepon saya dan berkata, “Hubungi hamba Tuhan ini dan katakan kepadanya, ini rumah dari Tuhan dan agar semakin melayani Tuhan, mengasihiNya.” Kami tidak tahu siapa orang ini tetapi melaluinya Tuhan telah membuktikan diriNya ada dan bekerja. Itulah rumah yang kini kami tempati di Graha Padma Semarang, yang oleh tetangga dikenal sebagai rumah hadiah! Sejak itu, kami terus menerus mengandung dan melahirkan. Betapa indahnya ya….!

1 komentar:

  1. Terimakasih Pak Sonny.

    Share ini membangkitkan memoriku. Selama ini aku telah mengurangi keyakinan akan kekuatan doa. Padahal semasa kanak-kanak aku berdoa untuk segala sesuatu yang akan ku kerjakan dan kuinginkan.Dewasa ini kadang2 lupa,

    Haleluya.

    Salam.

    DT

    BalasHapus